
BULUKUMBA, Binkari — Kepedulian sosial kembali ditunjukkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba. Sebanyak 10 paket sembako disalurkan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan masyarakat sekitar Lapas, Sabtu (12/9/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Sebanyak 5 paket sembako disalurkan kepada WBP yang membutuhkan, sementara 5 paket lainnya diberikan kepada masyarakat sekitar Lapas Bulukumba.
Penyerahan bantuan kepada masyarakat dilaksanakan dalam rangkaian apel pagi jajaran Lapas Bulukumba. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Haji Mansur, bersama pejabat struktural dan jajaran pegawai.
Kalapas Bulukumba, Haji Mansur, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan jajaran Pemasyarakatan kepada WBP maupun masyarakat sekitar.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan kami kepada Warga Binaan serta masyarakat di sekitar Lapas. Meskipun sederhana, kami berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penerima,” ujar Mansur.
Menurutnya, Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepedulian dan kepekaan sosial di lingkungan jajaran Lapas Bulukumba.
Keluarga Tahanan: Sisi Kemanusiaan Begitu Terasa
Kepedulian yang ditunjukkan jajaran Lapas Bulukumba juga mendapat apresiasi dari keluarga salah seorang tahanan.
Nur Aida Daeng Tayu, putri kedua Nurking Daeng Siama, menilai pendekatan kemanusiaan yang ditunjukkan jajaran Lapas Bulukumba memberikan kesan tersendiri bagi keluarga.
Menurut Nur Aida, keberadaan Lapas bukan semata-mata berkaitan dengan persoalan hukum dan proses menjalani masa tahanan atau pembinaan, tetapi juga bagaimana warga binaan tetap diperlakukan sebagai manusia yang memiliki kebutuhan, keluarga, serta hak untuk mendapatkan perhatian.
“Kami melihat Lapas Bulukumba betul-betul mengedepankan sisi kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan Kalapas Haji Mansur, kami merasakan adanya perhatian kepada warga binaan maupun keluarga,” ungkap Nur Aida.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, karena perhatian kecil yang diberikan kepada warga binaan maupun masyarakat dapat memberikan dampak besar secara psikologis bagi mereka dan keluarganya.
Bagi warga binaan, bantuan diberikan kepada penerima yang membutuhkan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan selama menjalani proses pembinaan.
Sementara bagi masyarakat sekitar, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mempererat hubungan antara Lapas Bulukumba dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
Di Balik Tembok Lapas, Nilai Kemanusiaan Tetap Dihidupkan
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa Pemasyarakatan tidak hanya berbicara mengenai aturan, pengamanan dan pembinaan. Ada sisi lain yang tidak kalah penting, yakni kepedulian, empati dan kemanusiaan.
Sepuluh paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun bagi penerimanya, bantuan tersebut dapat menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang memiliki arti tersendiri.
Di bawah kepemimpinan Haji Mansur, Lapas Kelas IIA Bulukumba terus berupaya mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 sekaligus menghadirkan pelayanan yang humanis dan memberikan manfaat bagi WBP maupun masyarakat.
Karena di balik tembok Lapas, mereka tetap manusia—dan kepedulian adalah salah satu cara untuk menjaga nilai kemanusiaan itu tetap hidup.
Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

