
ACEH TENGGARA, BINKARI – Program P3-TGAI 2026 di Desa Lawe Pangkat, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Aceh Tenggara, mulai disorot publik.
Program APBN senilai Rp195.000.000 itu dilaksanakan oleh P3A Karya Muda selama 90 hari kalender sejak SPMK 22 Juni 2026.
Pembangunan saluran irigasi beton telah terlihat di area persawahan. Namun, publik mempertanyakan apakah anggaran tersebut benar-benar memberi manfaat bagi petani.
RP195 JUTA HARUS MENGALIRKAN MANFAAT
Hal yang perlu dibuka antara lain proses perencanaan, penggunaan anggaran, keterlibatan masyarakat, asal tenaga kerja, serta penerima manfaat.
Dokumen yang patut diverifikasi meliputi: Legalitas P3A Karya Muda. Daftar anggota dan penerima manfaat, Proposal dan RAB, Spesifikasi teknis, Aliran dana dan bukti pembelian, Daftar tenaga kerja dan pembayaran upah, Laporan pertanggungjawaban, Volume serta kualitas pekerjaan, Kesesuaian saluran dengan kebutuhan petani.

BINKARI NEWS menegaskan, dugaan penyimpangan bukan berarti tindak pidana telah terjadi. Semua pihak perlu diberi ruang untuk menjelaskan melalui pemeriksaan objektif.
APH DIMINTA TURUN KE LAPANGAN
Jika terdapat laporan atau indikasi yang dapat dipertanggungjawabkan, aparat pengawasan dan penegak hukum diminta memeriksa proyek secara menyeluruh.
Pemeriksaan tidak cukup hanya melalui dokumen, tetapi juga harus mencakup volume, kualitas, spesifikasi, anggaran, tenaga kerja, organisasi P3A, serta manfaat yang dirasakan petani.
UANG NEGARA UNTUK PETANI
P3-TGAI harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata.
Saluran irigasi tidak boleh hanya menjadi bangunan beton, tetapi harus mengalirkan air, mendukung panen, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Apabila ditemukan pelanggaran yang menimbulkan kerugian negara, aparat penegak hukum dapat bertindak sesuai ketentuan berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, sebelum ada pembuktian, tidak seorang pun boleh dihakimi melalui opini.
Publik kini menunggu jawaban: benarkah Rp195 juta di Lawe Pangkat telah memberi manfaat bagi petani?
Peliput: SULMI RAHMAN
MEDIA BINTANG BHAYANGKARA INDONESIA (BINKARI)
KAPERWIL ACEH

