
BALI, BINKARI — Perjalanan Tim IMIPAS bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Di setiap sekolah yang disinggahi, di setiap perkampungan yang didatangi, ada satu misi yang terus dibawa: memutus mata rantai narkoba sebelum racunnya mengakar di tubuh generasi muda.
Dengan semangat pengabdian, Tim IMIPAS menjalankan kegiatan penyuluhan dan edukasi tentang bahaya narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Sasaran kegiatan tidak hanya sekolah-sekolah yang berada di pusat kota, tetapi juga sekolah yang berada di wilayah perkampungan dan kawasan yang dinilai membutuhkan perhatian lebih terhadap ancaman peredaran narkoba.
Ketua Tim, Ahmad Yani, menegaskan bahwa gerakan tersebut dilakukan sebagai bentuk kerelawanan dan kepedulian terhadap masa depan anak bangsa.
“Kami bergerak bukan untuk membebani masyarakat. Kami datang untuk mengingatkan, memberikan pemahaman dan mengajak semua pihak bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan narkoba tidak boleh berhenti pada seremonial. Sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, aparat dan seluruh unsur pemerintahan harus menjadi mata dan telinga dalam mencegah narkoba memasuki ruang-ruang kehidupan masyarakat.
Peran Kepala Imigrasi, Agus, yang disebut memiliki kepedulian terhadap generasi muda, juga menjadi bagian dari semangat gerakan tersebut. Tim berharap perhatian terhadap pemberantasan narkoba dapat terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.
Bagi Tim IMIPAS, narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Ia adalah ancaman yang perlahan dapat merampas masa depan anak-anak.
Karena itu, setiap lampu merah, setiap ruas jalan dan setiap lingkungan masyarakat dipandang sebagai ruang untuk menyampaikan pesan kewaspadaan. Masyarakat diajak tidak lengah terhadap kemungkinan munculnya jaringan peredaran narkoba di sekitar mereka.
Sebab bandar tidak selalu datang dengan wajah yang menakutkan. Kadang mereka datang membawa bujuk rayu, pergaulan, bahkan menyamar sebagai teman.
Di sinilah keluarga dan masyarakat harus berdiri lebih dahulu sebelum jerat itu semakin dalam.
Tim IMIPAS juga berencana menyampaikan laporan rangkaian kegiatan kepada Menteri terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perjalanan dan kegiatan yang telah dilakukan di berbagai wilayah.
Laporan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus gambaran mengenai kondisi di lapangan, termasuk wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih serius dalam menghadapi ancaman narkoba.
Ahmad Yani mengatakan gerakan itu turut membawa semangat yang selama ini dibangun oleh Bg Aksa Halatu bersama para anggota tim dan generasi muda.
“Kami ingin membangun jaringan gerakan sekolah dan masyarakat yang benar-benar peduli. Jangan sampai kita baru bergerak ketika anak-anak sudah menjadi korban,” tegasnya.
Pesan yang dibawa Tim IMIPAS sederhana, tetapi tajam yaitu menjaga anak-anak sebelum narkoba menemukan mereka.
Sebab jika sekolah kehilangan generasinya, jika keluarga kehilangan anak-anaknya, dan jika masyarakat kehilangan keberaniannya untuk melawan, maka yang tumbuh bukan masa depan melainkan generasi yang perlahan dipatahkan oleh narkoba.
Perjalanan ini mungkin hanya dimulai oleh beberapa orang.
Namun harapannya, kepedulian itu menjalar dari sekolah ke keluarga, dari keluarga ke kampung, dan dari kampung ke seluruh negeri.
Karena perang melawan narkoba bukan perang milik satu lembaga.
Ini perang untuk menyelamatkan masa depan.
⭐️/DM

