Di Tengah Duka Banjir Balane, H. Rifandi Andika Malibu Hadir Membawa Kepedulian dan Harapan

Share

SANGIHE, BINKARI – Bencana banjir yang melanda Kampung Balane, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menyisakan duka dan kerugian bagi sejumlah warga. Di tengah upaya masyarakat bangkit dari dampak bencana tersebut, kepedulian sosial kembali hadir melalui aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh H. Rifandi Andika Malibu.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, perwakilan H. Rifandi Andika Malibu menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako kepada warga yang rumahnya terdampak banjir. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat dan difasilitasi oleh aparat Kampung Balane guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memberikan semangat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana.

Perwakilan H. Rifandi Andika Malibu menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami warga, namun diharapkan dapat menjadi wujud kebersamaan dan solidaritas terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Tetap tabah, tetap kuat, dan jangan kehilangan harapan. Kami berdoa agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala,” ujarnya.

Bencana alam selalu menyisakan pelajaran tentang pentingnya persatuan dan kepedulian. Saat sebagian warga berjuang membersihkan rumah dan memulihkan kehidupan mereka, uluran tangan dari berbagai pihak menjadi energi moral yang sangat berarti bagi proses pemulihan.

Kepedulian yang ditunjukkan H. Rifandi Andika Malibu menjadi contoh bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Di tengah cobaan yang melanda, solidaritas sosial menjadi kekuatan yang mampu menghidupkan kembali optimisme masyarakat.

Banjir mungkin meninggalkan jejak kerusakan, namun semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi fondasi kuat untuk membangun kembali harapan. Dari Balane, pesan itu kembali bergema: bahwa dalam setiap musibah, selalu ada tangan-tangan yang hadir membawa kepedulian dan cahaya harapan bagi sesama.

Asril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *