
BOLAANG MONGONDOW TIMUR, Binkari – Di era digital, medan juang generasi muda tidak lagi hanya berada di lapangan hijau. Dari balik layar gawai, lahir talenta-talenta yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional. Semangat itulah yang kini terus dirawat melalui kolaborasi antara Polres Bolaang Mongondow Timur dan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Ketua PB ESI Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Laurens Manoppo, S.S., menyampaikan bahwa sinergi dengan Polres Boltim menjadi langkah strategis dalam membina sekaligus menjaring bibit-bibit atlet esports berbakat dari berbagai pelosok daerah.
Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan akan membuka peluang bagi generasi muda Boltim untuk terus menorehkan prestasi, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.
Perjalanan prestasi PB ESI Boltim bukanlah cerita tanpa bukti. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara 2025, cabang olahraga esports berhasil mempersembahkan medali perak, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak kebangkitan esports di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet muda agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Momentum itu kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Turnamen E-Sports Mobile Legends Kapolres Boltim Cup dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pemain muda menunjukkan kemampuan, sportivitas, serta membangun karakter melalui kompetisi yang sehat.
Laurens Manoppo, yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur serta alumni pendidikan di Jepang, menilai bahwa esports harus dipandang sebagai cabang olahraga yang membutuhkan disiplin, strategi, kecerdasan, kerja sama tim, dan mental juara.
Ia berharap kolaborasi antara PB ESI, Polres Boltim, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkesinambungan.
“Anak-anak Boltim memiliki potensi besar. Tugas kita adalah membuka jalan, membina mereka dengan baik, dan memberi ruang agar mereka bisa bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan mengibarkan Merah Putih di panggung internasional,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa membangun prestasi tidak selalu dimulai dari kota-kota besar. Dari Bolaang Mongondow Timur, mimpi-mimpi besar sedang disusun, satu pertandingan demi satu pertandingan.
Sebab, ketika anak muda diberi ruang untuk bertumbuh dan didukung oleh semua pihak, mereka tidak hanya menjadi juara dalam permainan, tetapi juga menjadi duta daerah yang membawa nama Boltim melampaui batas-batas geografis, menuju panggung dunia.
Asril

