
Sangihe, Binkari – Tidak semua pemimpin dikenang karena jabatannya. Sebagian dikenang karena jejak yang ditinggalkannya. Ketika masa jabatan mulai menghitung hari, suara dari akar rumput pun perlahan menguat, berharap pengabdian tidak berhenti di satu periode dalam kurung waktu 8 tahun ini.
Menjelang berakhirnya masa jabatan Kapitalaung Kampung Bebalang, Kecamatan Manganitu Selatan, pada Agustus 2026, mulai muncul aspirasi dari masyarakat yang menginginkan Muksin Madundang kembali memimpin kampung untuk periode berikutnya.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan bahwa selama kepemimpinan Muksin Madundang, pembangunan kampung dinilai mengalami kemajuan di berbagai bidang. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi alasan mengapa sebagian masyarakat berharap ia kembali maju pada pemilihan Kapitalaung yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
“Bagi kami, beliau termasuk berhasil membangun kampung. Karena itu, kami berharap beliau bersedia kembali memimpin agar pembangunan yang sudah berjalan dapat dilanjutkan,” ujar warga tersebut.
Aspirasi itu, menurut warga, bukan semata-mata soal mempertahankan seorang pemimpin, melainkan menjaga kesinambungan pembangunan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Meski demikian, proses demokrasi tetap menjadi penentu. Pemilihan Kapitalaung yang akan digelar pada Oktober 2026 akan menjadi ruang bagi masyarakat Kampung Bebalang untuk menentukan siapa yang mereka percaya memimpin kampung selama 8 tahun ke depan, di mulai dari tahun 2027 awal.
Di tengah dinamika politik desa, satu hal yang tak dapat dipungkiri adalah bahwa kepercayaan rakyat lahir dari penilaian atas kerja nyata. Ketika nama seorang pemimpin kembali disebut oleh warganya sebelum masa jabatan berakhir, itu menjadi pertanda bahwa jejak pengabdiannya telah meninggalkan kesan di hati masyarakat.
Kini, keputusan berada di tangan seluruh warga Kampung Bebalang. Apakah Muksin Madundang akan kembali menerima amanah rakyat atau memilih memberi ruang bagi lahirnya pemimpin baru, waktu dan proses demokrasi yang akan menjawabnya.
Gambatte Asril

