
TAHUNA, Binkari — Setiap badai pada akhirnya akan menemukan pelabuhannya. Riuh perdebatan yang sempat mengiringi kursi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe kini perlahan mereda. Lembar baru pun mulai dibuka. Setelah melalui seluruh mekanisme yang berlaku, Denny Roy Tampi, SE, dipastikan segera menakhodai DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kepastian itu menyusul diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Utara tentang Peresmian Pengangkatan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dengan ditandatanganinya SK tersebut, seluruh proses administrasi di tingkat Provinsi dinyatakan rampung.
Tahapan berikutnya tinggal menunggu agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk pengucapan sumpah dan janji jabatan sekaligus pelantikan Denny Roy Tampi sebagai Ketua DPRD definitif.
Bagi PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe, keputusan ini bukan sekadar penetapan jabatan, melainkan penegasan bahwa mekanisme organisasi dan aturan perundang-undangan telah berjalan sebagaimana mestinya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Erlando G. Silangen, SH, menegaskan seluruh jajaran partai, khususnya Fraksi PDI Perjuangan di DPRD, tetap solid, satu komando, dan tegak lurus terhadap setiap keputusan partai.
“Terbitnya SK Gubernur menjadi bukti bahwa seluruh proses telah berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Kami bersyukur tahapan ini telah selesai dan kini tinggal menunggu agenda Paripurna DPRD. Seluruh Anggota Fraksi PDI Perjuangan tetap solid, kompak, dan memberikan dukungan penuh kepada Bapak Denny Roy Tampi sebagai Ketua DPRD,” tegas Erlando.
Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting untuk memperkuat fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar semakin berpihak pada kepentingan rakyat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sementara itu, dari sela-sela pelaksanaan Bimbingan Teknis Nasional Anggota DPRD PDI Perjuangan se-Indonesia di Makassar, Denny Roy Tampi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan partai dan dukungan penuh seluruh kader.
Ia menegaskan, amanah yang dipercayakan kepadanya bukanlah simbol kekuasaan, melainkan beban pengabdian yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader PDI Perjuangan, khususnya keluarga besar Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe yang tetap menjaga soliditas dan kebersamaan. Amanah ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Mari kita terus bergotong royong, menjaga kekompakan, dan bekerja bersama demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Denny.
Dengan berakhirnya polemik yang sempat menyita perhatian publik, masyarakat kini berharap energi para wakil rakyat tidak lagi habis dalam dinamika politik internal. Bahtera DPRD diharapkan berlayar dengan arah yang lebih pasti, menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, serta menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah daerah.
Karena pada akhirnya, rakyat tidak menunggu siapa yang duduk di kursi kekuasaan. Rakyat menunggu siapa yang benar-benar bekerja. Sebab sejarah tidak mencatat siapa yang paling lama berdebat, melainkan siapa yang paling tulus mengabdi.
Gambatte Asril

