BULUKUMBA – Binkari – Di balik tugas berat menjaga keamanan, pembinaan, dan pelayanan pemasyarakatan, terdapat sosok-sosok aparatur yang bekerja dengan dedikasi tinggi tanpa banyak sorotan. Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba memberikan penghargaan kepada pegawai terbaik dalam Apel Pegawai yang dirangkaikan dengan penyerahan Piagam Penghargaan Pegawai Teladan Triwulan II Tahun 2026, Kamis (18/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Lapas Kelas IIA Bulukumba itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, dan diikuti seluruh jajaran pegawai. Suasana apel berlangsung penuh khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penghargaan Pegawai Teladan Triwulan II Tahun 2026 diberikan sebagai bentuk apresiasi nyata atas dedikasi, loyalitas, integritas, serta kinerja terbaik yang ditunjukkan para pegawai selama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan secara objektif dan terukur, penghargaan tersebut diberikan kepada tiga pegawai terbaik yang dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam kinerja, kedisiplinan, serta kontribusi positif terhadap organisasi.
Mereka adalah:
• Andi Asri – Wakil Komandan Regu Pengamanan (Wakarupam)
• Abd. Ilham Ramli – Staf Kepegawaian
• Ali Sakir – Staf Umum
Ketiganya dinilai berhasil menunjukkan semangat kerja yang tinggi, loyalitas terhadap institusi, serta kemampuan menjalankan tugas secara profesional di bidang masing-masing.
Dalam amanatnya, Kalapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga instrumen penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan kompetitif di lingkungan pemasyarakatan.
“Pemberian penghargaan periode Triwulan II ini merupakan wujud apresiasi atas kinerja terbaik yang telah diberikan kepada organisasi. Saya berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi para penerima, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan,” tegas Mansur.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh sistem dan kebijakan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, budaya penghargaan perlu terus dikembangkan agar setiap pegawai terdorong untuk memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kinerja, penguatan koordinasi internal, serta penyampaian arah kebijakan organisasi menjelang akhir semester pertama Tahun 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang semakin humanis, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Pemberian penghargaan kepada pegawai teladan menjadi bukti bahwa Lapas Kelas IIA Bulukumba terus berkomitmen membangun budaya kerja yang produktif dan berintegritas. Di tengah tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks, apresiasi terhadap kinerja pegawai menjadi energi positif untuk melahirkan aparatur yang tidak hanya disiplin dan profesional, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi rekan kerja serta masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Antusiasme peserta apel menunjukkan bahwa penghargaan bukan hanya simbol keberhasilan individu, melainkan juga cerminan semangat kolektif dalam mewujudkan institusi pemasyarakatan yang semakin maju, terpercaya, dan berdaya guna.
Melalui penghargaan ini, Lapas Kelas IIA Bulukumba mengirimkan pesan kuat bahwa setiap dedikasi layak dihargai, setiap pengabdian layak diapresiasi, dan setiap prestasi merupakan fondasi penting dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas menuju Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat.
(Redaksi)
Abdul Rauf
Korwil Media Bintang Bayangkara Indonesia Sulselbar


