Gunung Awu Level IV? Mungkin Bukan Untuk Menakuti, Tapi Peringatan Agar Warga Tidak Lengah

Share

SANGIHE, Binkari — Informasi mengenai Gunung Awu yang ramai diperbincangkan masyarakat bukan dimaksudkan untuk menebar kepanikan ataupun hoaks. Penyampaian informasi tersebut lebih kepada bentuk pengingat dan ajakan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi aktivitas gunung api yang sewaktu-waktu dapat meningkat.

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, banyak warga salah memahami maksud peringatan yang beredar. Padahal, inti dari pesan tersebut bukan menyatakan status resmi Gunung Awu telah berada di Level IV, melainkan mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi situasi alam yang bisa berubah kapan saja.

Gunung Awu dikenal sebagai salah satu gunung api aktif yang memiliki sejarah letusan besar di Kepulauan Sangihe. Karena itu, kewaspadaan dianggap penting agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk, tanpa harus hidup dalam ketakutan.

“Masyarakat jangan langsung panik. Pesan yang beredar lebih kepada mengingatkan supaya tetap siaga dan mengikuti perkembangan resmi dari pihak berwenang,” ujar salah satu warga yang tidak mau namanya di sebut.

Peringatan dini dinilai lebih baik daripada masyarakat terlambat menyadari ancaman. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, namun juga tidak mengabaikan setiap informasi kewaspadaan terkait aktivitas Gunung Awu.

Pemerintah dan pihak terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan gunung api tersebut. Warga pun diminta bijak menyaring informasi dan mengutamakan sumber resmi agar suasana tetap kondusif.

Hanya karena miskomunikasi akhirnya informasi sepihak jadi hoaks, kata maaf wajar diucapkan demi kebaikan semua. Tak perlu saling menyalahkan. Sinerjitas diutamakan.

Ucapan terimakasih kepada pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, selalu  update mengenai perkembangan gunung awu Sangihe.

Gambatte Asril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *