Operator SIAK Dukcapil Bantaeng Kirim Surat Terbuka ke Bupati, Curhat Beban Kerja dan Soal Gaji

Share

BANTAENG, Sulsel⚡Binkari – Puluhan tenaga operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyampaikan surat terbuka kepada Bupati Bantaeng.

Surat yang berisi curahan hati sekaligus aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para operator yang selama ini mengelola data kependudukan masyarakat.

Dalam surat tersebut, para operator menyampaikan bahwa pekerjaan mereka tidak sekadar melakukan input data administrasi, melainkan memikul tanggung jawab besar terkait pengelolaan dan kerahasiaan data pribadi masyarakat.

Mereka menjelaskan bahwa sebelum menjalankan tugas, setiap operator harus menandatangani perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) karena data yang mereka kelola merupakan informasi sensitif milik warga negara yang dilindungi undang-undang.

Selain itu, operator SIAK juga mengawal data kependudukan sekitar 200 ribu jiwa warga Kabupaten Bantaeng.

Kesalahan sekecil apa pun dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK) disebut dapat berdampak besar terhadap masyarakat, seperti terhambatnya akses bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga urusan perbankan.

“Beban psikologis untuk selalu akurat dan tanpa kesalahan menjadi bagian dari pekerjaan kami setiap hari,” tulis para operator dalam surat tersebut.

Mereka juga mengungkapkan bahwa tugas operator tidak hanya bekerja di depan komputer, tetapi juga melakukan investigasi data ganda, menyelesaikan anomali data kependudukan, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga berkoordinasi dengan instansi di luar daerah bahkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk menyelesaikan persoalan administrasi warga.

Dalam surat itu, para operator berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kompleksitas tugas serta tanggung jawab yang mereka emban dalam menentukan kebijakan kesejahteraan.

Mereka berharap dedikasi tersebut dapat diapresiasi melalui kebijakan insentif atau upah yang dinilai lebih mencerminkan beban kerja yang mereka jalankan.

“Kami berharap dedikasi ini dapat diapresiasi melalui kebijakan insentif atau upah yang lebih mencerminkan tanggung jawab yang kami pikul demi pelayanan publik di Bantaeng,” tulis mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait aspirasi yang disampaikan para operator SIAK tersebut.(Bang Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *