
KUTACANE⚡Binkari — Ketersediaan obat di Instalasi Farmasi RSUD H. Sahudin Kutacane kini menunjukkan perbaikan signifikan. Hal ini tidak hanya disampaikan oleh pihak manajemen rumah sakit, tetapi juga dibuktikan melalui pemantauan langsung di lapangan oleh insan pers.
Sekretaris RSUD H. Sahudin Kutacane, Hermansyah, S.Pd.I, menegaskan bahwa manajemen saat ini berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh di seluruh lini pelayanan, khususnya pada sektor farmasi yang sebelumnya sempat menjadi sorotan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak semua pihak, termasuk pers dan LSM, untuk bersama-sama mengawasi serta memberikan masukan. Tidak hanya terkait ketersediaan stok obat dan BHP, tetapi juga pengawasan terhadap seluruh layanan yang kami lakukan,” tegas Hermansyah.
Ia tidak menampik bahwa persoalan stok obat sebelumnya menjadi perhatian serius. Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi titik awal evaluasi besar-besaran di bawah manajemen yang sekarang.
“Kami berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan paripurna di semua lini. Persoalan stok obat yang sempat menjadi buah bibir kini menjadi fokus utama pembenahan,” lanjutnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Penunjang Medis RSUD H. Sahudin Kutacane, Robbi Citra, SKM, memastikan bahwa ketersediaan stok obat di instalasi farmasi saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.
“Masyarakat tidak perlu ragu. Di bawah manajemen baru, kami menjamin ketersediaan sediaan farmasi untuk melayani kebutuhan pasien. Tidak benar isu yang menyebut stok obat banyak yang kosong,” tegas Robbi.
Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk diawasi secara terbuka oleh publik.
“Silakan awasi kami, dan kami siap untuk itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Sulmi Rahman dari Media Bhayangkara Indonesia menyampaikan bahwa dirinya telah turun langsung melakukan pemantauan dan melihat adanya perbaikan nyata, khususnya terkait ketersediaan stok obat di Instalasi Farmasi RSUD.
Hasil pantauan tersebut menunjukkan bahwa upaya pembenahan manajemen bukan sekadar pernyataan, tetapi sudah mulai terlihat secara faktual di lapangan. Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya peran pers sebagai bagian dari kontrol sosial dalam mengawal transparansi serta kualitas pelayanan publik.
Dengan keterbukaan terhadap pengawasan dan perbaikan yang mulai dirasakan, RSUD H. Sahudin Kutacane diharapkan mampu terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Sulmi Rahman
