Safari Ramadan Gubernur Matius D. Fakhiri: Lebih dari Seremoni, Menjadi Ruang Serap Aspirasi Warga

Share

JAYAPURA, Binkari  – Juru Bicara Gubernur Papua, Dr. Muhammad Rifai Darus, S.H., menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melampaui batas agenda seremonial keagamaan. Kegiatan ini telah bertransformasi menjadi wadah strategis bagi pemerintah untuk turun langsung dan mendengar suara masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rifai Darus usai mendampingi Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dalam rangkaian Safari Ramadan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom selama beberapa hari terakhir. Menurutnya, kegiatan yang identik dengan buka puasa bersama dan salat berjemaah ini kini dimaksimalkan sebagai ruang dialog interaktif antara pemerintah dan rakyat.

“Banyak orang mungkin melihat kegiatan ini hanya sebagai agenda rutin. Namun, dari dekat saya melihat sesuatu yang lebih dari sekadar seremoni. Safari Ramadan ini perlahan berubah menjadi ruang untuk mendengar keluh kesah dan harapan rakyat secara langsung,” ujar Rifai dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).

Di setiap masjid yang dikunjungi, Gubernur Matius D. Fakhiri selalu membuka sesi dialog bersama jemaah. Warga diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan yang mereka hadapi, mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga kualitas pelayanan publik.

Langkah inovatif lainnya dalam Safari Ramadan tahun ini adalah pelibatan langsung pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam setiap kunjungan.

“Gubernur tidak datang sendirian. Ketika masyarakat berbicara tentang jalan, dinas teknis terkait langsung mendengar. Begitu pula saat muncul isu pendidikan atau kesehatan, pejabat yang bertanggung jawab ikut mencatat dan segera merespons aspirasi tersebut,” jelas Rifai.

Melalui pendekatan ini, masjid tidak hanya berfungsi sebagai sentral ibadah, tetapi juga menjadi ruang komunikasi publik yang sangat efektif. Rifai menilai, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan sering kali bukan pada ketiadaan program, melainkan adanya jarak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui Safari Ramadan, jarak tersebut dijembatani. Gubernur secara transparan memaparkan progres pembangunan dan kolaborasi program antara pemerintah provinsi serta pusat demi mewujudkan visi ‘Papua Cerah’.

“Transparansi ini penting. Pembangunan tidak boleh berhenti sebagai dokumen di meja birokrasi, melainkan harus menjadi pengetahuan publik agar masyarakat mengetahui ke mana arah perjalanan daerahnya,” tambahnya.

Merawat Keberagaman Papua

Pendekatan partisipatif untuk mendengar aspirasi masyarakat ini rupanya tidak eksklusif diterapkan bagi umat Islam saja. Gubernur Fakhiri juga mendorong agar metode serupa diimplementasikan untuk menyerap aspirasi seluruh umat beragama di Tanah Papua.

“Saya juga meminta kepada Pak Wakil Gubernur untuk melakukan safari dari gereja ke gereja, guna mendengar suara umat (Kristiani),” tutur Gubernur Fakhiri dalam salah satu sambutannya di kegiatan Safari Ramadan.

Menurut Rifai, instruksi tersebut merupakan bukti nyata komitmen Pemprov Papua dalam merawat keberagaman. Papua adalah “rumah besar” yang dibangun di atas fondasi keberagaman iman, sehingga pemerintah harus hadir untuk semua golongan tanpa sekat.

“Dari perjalanan Safari Ramadan ini kita belajar satu hal sederhana: pembangunan tidak selalu dimulai dari ruang rapat. Kadang ia justru bermula dari ruang ibadah, saat pemerintah mau duduk bersama rakyat dan mendengar suara mereka,” papar Rifai.

Di akhir keterangannya, Rifai menekankan bahwa kehadiran pemerintah di rumah ibadah pada hakikatnya sedang membangun jembatan kepercayaan (trust) antara negara dan rakyat.

“Dari rumah ibadah itu, kepercayaan terus dirawat agar harapan tentang masa depan Papua tetap menyala. Ini juga membuktikan bahwa kehidupan toleransi beragama di Papua patut menjadi pembelajaran dan teladan bagi Indonesia,” pungkasnya. (Sem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *