Polisi Hadir dengan Ketulusan, Selamatkan 750 Hektare Sawah Warga Ujung Loe

Share

POLSEK Ujung Loe, Bulukumba — Kepedulian nyata terhadap keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Ujung Loe. Pada Minggu, 01 Februari 2026, sekitar pukul 07.00 Wita, Kapolsek Ujung Loe IPTU Rudi Adri Purwanto, SH turun langsung bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan kerja bakti swadaya di hulu pengairan Bendungan Balantieng Keke, tepatnya di Dusun Kalicompeng, Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Manjalling, Desa Garanta, dan Desa Balong, serta ratusan warga setempat. Gotong royong tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi aliran Sungai Balantieng yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan, sehingga mengancam sekitar 750 hektare lahan persawahan milik warga dan berpotensi berdampak pada sekitar 500 petani murni di Kecamatan Ujung Loe.

Kapolsek Ujung Loe IPTU Rudi Adri Purwanto, SH, menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud pengabdian tulus kepada masyarakat, bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan. Menurutnya, polisi harus hadir langsung di tengah warga, terlebih saat masyarakat menghadapi persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Ini murni bentuk kepedulian. Jika aliran air terhambat, maka ratusan petani akan terdampak. Sawah mereka terancam gagal tanam dan padi bisa mati akibat kekurangan air,” ujar IPTU Rudi Adri Purwanto di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. secara terpisah menegaskan bahwa dirinya senantiasa mengarahkan dan menyarankan kepada seluruh jajaran, khususnya Polsek-polsek, agar peka dan responsif terhadap kepentingan serta kebutuhan warga dan masyarakat.

Kapolres Bulukumba menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak boleh bersifat formalitas semata, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat, terutama dalam persoalan sosial, ekonomi, dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kepentingan dan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas. Polri harus hadir, bekerja dengan hati, dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan warga,” tegas AKBP Restu Wijayanto, S.I.K.

Ia juga menilai bahwa keterlibatan langsung Kapolsek dan jajaran dalam kerja bakti di Bendungan Balantieng Keke merupakan contoh konkret implementasi arahan pimpinan, sekaligus bentuk sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kerja bakti difokuskan pada pembersihan lumpur, sampah, serta ranting kayu yang menyumbat aliran air di hulu sungai. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara swadaya, mengedepankan semangat gotong royong antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat.

Salah seorang petani setempat menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan langsung pihak kepolisian. Menurutnya, kehadiran Kapolsek dan jajarannya memberikan semangat dan rasa aman bagi warga untuk bersama-sama menjaga bendungan sebagai urat nadi pertanian.

“Kami merasa tidak sendiri. Polisi benar-benar hadir dengan hati, membantu kami menyelamatkan sawah dan masa depan petani,” ungkapnya.

Kegiatan kerja bakti bersama ini berakhir sekitar pukul 10.00 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa kehadiran negara di tingkat paling bawah benar-benar dirasakan oleh rakyat.

Giat ini sekaligus menegaskan bahwa Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung masyarakat yang siap turun tangan demi kepentingan bersama dan kesejahteraan warga Kecamatan Ujung Loe.

Abdul Rauf
Bulukumba – Sulselbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *