Petani Konawe Utara Tercekik Kelangkaan Pupuk, Aturan Mentan Diduga Hanya Jadi Pajangan

Share

KONAWE UTARA⚡Binkari – Kelangkaan pupuk bersubsidi kembali menjadi keluhan utama para petani di Kabupaten Konawe Utara. Di tengah musim tanam yang hampir berakhir, para petani justru kesulitan mendapatkan pupuk yang sangat dibutuhkan untuk mendukung produksi pertanian.

Pantauan awak media Binkari di Kecamatan Asera dan sejumlah wilayah lainnya pada Minggu (8/3/2026) menunjukkan pupuk bersubsidi tidak tersedia di kios-kios yang seharusnya menjadi tempat penyaluran resmi. Kondisi ini membuat para petani kebingungan, bahkan terpaksa berkeliling mencari pupuk tanpa hasil.

Ironisnya, kelangkaan ini terjadi di tengah berbagai regulasi pemerintah yang seharusnya mempermudah akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan tata kelola pupuk bersubsidi yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 2024.

Kebijakan tersebut menyederhanakan sekitar 145 regulasi menjadi satu sistem terpadu yang melibatkan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dan petani.

Sistem ini dirancang untuk memastikan penyaluran pupuk lebih transparan, mudah diakses melalui mekanisme e-RDKK dengan verifikasi KTP, serta menindak tegas distributor dan pengecer yang bermain di luar aturan.

Namun fakta di lapangan justru berbanding terbalik. Sejumlah petani mengaku tidak menemukan pupuk bersubsidi di kios resmi. Bahkan, menurut pengakuan petani, ada kios yang menyampaikan bahwa pupuk harus dibayar terlebih dahulu sebelum diambil dari Kota Kendari.

“Kami sudah berusaha mencari di beberapa kios, tapi tidak ada yang menjual. Ada juga yang bilang harus bayar dulu baru diambilkan di Kendari,” ungkap salah seorang petani yang sawahnya sudah siap ditanami.

Situasi ini membuat para petani semakin resah. Pasalnya, waktu tanam sudah hampir selesai, sementara pupuk yang menjadi kebutuhan utama belum juga tersedia.

Para petani berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah pusat agar kelangkaan pupuk bersubsidi di Konawe Utara dapat segera diatasi.

“Kami hanya berharap pemerintah segera mencari solusi. Kalau pupuk tidak ada, bagaimana kami bisa tanam dan meningkatkan hasil panen,” keluh petani tersebut.

Adrian Sinumo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *