
JAYAPURA, Binkari — Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Papua, H. Jaya Kusuma, SE., MM., melakukan audiensi strategis dengan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, di Kantor Gubernur Papua, Selasa (7/4/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan langkah dalam menghadapi agenda olahraga nasional serta penguatan struktur organisasi disabilitas di tanah Papua.
Persiapan Menuju Pentas Nasional
Dalam dialog tersebut, Jaya Kusuma memaparkan kesiapan NPC Papua dalam menyongsong dua agenda besar: Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2027 serta Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVIII 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.
“Kami mengapresiasi kesediaan Bapak Gubernur menerima audiensi ini. Fokus utama kami adalah memastikan kesiapan atlet Papua untuk mempertahankan prestasi di level nasional, sekaligus melaporkan progres pembinaan di tingkat daerah,” ujar Jaya Kusuma.
Akselerasi Konsolidasi dan Tantangan Organisasi
Pihak NPC turut melaporkan urgensi penguatan organisasi di tingkat akar rumput. Hingga saat ini, terdapat beberapa wilayah yang belum memiliki kepengurusan definitif, di antaranya:
– Kabupaten Sarmi
– Mamberamo Raya
– Waropen
– Kepulauan Yapen

Jaya Kusuma menekankan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi sangat krusial agar konsolidasi di wilayah tersebut segera tuntas demi pemerataan talenta atlet disabilitas di seluruh Papua. Terkait keterbatasan anggaran operasional sekretariat, NPC terus melakukan langkah efisiensi tanpa menghentikan koordinasi intensif dengan pengurus di tingkat kabupaten/kota.
Prestasi Internasional dan Harapan Pembinaan
NPC Papua juga menyampaikan kebanggaannya atas capaian delapan atlet asal Papua yang membela Merah Putih pada ASEAN Para Games di Thailand. Tiga di antaranya berhasil menyumbangkan medali pada cabang olahraga:
1. Renang
2. Panahan
3. Menembak
“Prestasi ini membuktikan bahwa atlet Papua memiliki daya saing global. Kami berharap ada atensi khusus bagi mereka agar motivasi berprestasi tetap terjaga untuk kompetisi-kompetisi mendatang,” tambahnya.
Respon Positif Gubernur
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Matius D. Fakhiri menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh eksistensi NPC Papua. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi berencana membuka akses seluas-luasnya bagi atlet disabilitas untuk menggunakan venue olahraga eks-PON sebagai pusat pelatihan.
Selain itu, dalam pertemuan ini juga diklarifikasi mengenai klasifikasi organisasi, di mana atlet tunarungu-wicara kini telah memiliki wadah pembinaan mandiri di luar struktur NPC, sesuai dengan regulasi pusat yang berlaku. (Sem)

