
JAYAPURA, Binkari — Pemerintah Provinsi Papua secara resmi melepas ekspor komoditas ikan tuna olahan asal Kota Jayapura menuju pasar internasional. Pengiriman perdana di tahun 2026 ini menargetkan Los Angeles, Amerika Serikat, dengan total volume muatan mencapai 17 ton.
Prosesi pelepasan ekspor yang berlangsung di Pelabuhan Jayapura pada Selasa sore (24/2/2026) tersebut merupakan pengiriman kedua yang difasilitasi oleh PT Chen Woo Fishery Jayapura. Langkah ini menandai konsistensi Papua dalam menembus pasar global melalui hilirisasi produk kelautan.
Detail Komoditas Ekspor
Produk yang dikirimkan kali ini terdiri dari tiga varian tuna olahan beku yang telah memenuhi standar kualitas internasional, di antaranya:
- Frozen Yellowfin Tuna CC
- Frozen Yellowfin Tuna Ground Meat
- Frozen Yellowfin Poke Cube
Seluruh produk dikemas ke dalam 13.200 dus dan dipastikan telah melalui kontrol kualitas ketat sebelum diberangkatkan ke pelabuhan tujuan di Amerika Serikat.

Sinergi dan Transformasi Ekonomi
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan ekspor ini adalah wujud nyata dari sinergi lintas sektor. Ia menekankan bahwa peningkatan nilai ekspor ini sejalan dengan visi “Transformasi Papua yang Maju, Harmonis, dan Sejahtera.”
“Produk olahan dari Jayapura ini merupakan pengiriman kedua. Ini adalah bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Daerah, instansi vertikal seperti Bea Cukai Jayapura, Badan Milik Daerah (BMD), hingga pihak swasta,” ujar Aryoko.
Beliau menambahkan bahwa fokus pemerintah ke depan tidak hanya pada angka ekspor, tetapi juga pada dampak ekonomi bagi masyarakat akar rumput.
“Tanggung jawab kita adalah memastikan kesejahteraan nelayan sebagai ujung tombak penyuplai bahan baku. Jika hari ini kita mengirim 17 ton, ke depan angka ini harus terus tumbuh melalui kerja sama yang lebih solid,” tambahnya.

Dorong Industrialisasi Perikanan
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah, Wakil Gubernur menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait—mulai dari Dinas Kelautan dan Perikanan hingga Dinas Koperasi—untuk intensif melakukan pembinaan kepada nelayan lokal.
Tujuannya adalah mempercepat industrialisasi perikanan di Papua agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.
“Kita ingin menciptakan nuansa baru di mana Papua tidak hanya dikenal lewat hasil hutannya, tetapi juga hasil laut berkualitas dunia. Saya berharap keberhasilan di Jayapura ini dapat segera direplikasi oleh kabupaten pesisir lainnya di Papua,” pungkasnya.
Acara pelepasan ini turut dihadiri dan didukung oleh PT Pelindo, Bea Cukai Jayapura, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait. (Sem/red).
