
WAMENA⚡Binkari – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui DP2KB Papua Pegunungan menegaskan komitmen serius dalam menekan angka prevalensi stunting yang hingga kini masih tergolong tinggi, mencapai 37,5 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP2KB Papua Pegunungan, Isak Yikwa, menyatakan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja nyata dan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Angka ini merupakan tantangan besar yang memerlukan kerja nyata dan sinergi lintas OPD. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ujar Isak di Wamena, Sabtu (21/2/2026).
Tiga Wilayah Jadi Fokus Utama
Berdasarkan data terbaru, terdapat tiga kabupaten dengan angka prevalensi cukup signifikan yang kini menjadi prioritas penanganan, yakni Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, dan Kabupaten Nduga.
DP2KB terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah tersebut guna memastikan intervensi berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Menurut Isak, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek teknis di lapangan, termasuk pendampingan keluarga berisiko stunting serta penguatan edukasi gizi.
Optimalisasi Program Gizi dan PMT
Meski DP2KB Papua Pegunungan tergolong sebagai OPD baru yang sebelumnya bergabung dengan Dinas Kesehatan, berbagai langkah strategis telah dijalankan. Salah satunya adalah pendistribusian program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke delapan kabupaten di wilayah Papua Pegunungan.
“Tahun lalu, kami telah menyalurkan bantuan makanan tambahan ke delapan kabupaten sebagai upaya menekan angka stunting. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut secara konsisten tahun ini agar anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dapat tertangani dengan baik,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi balita dan ibu hamil, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
Isak menegaskan, penanganan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Keberhasilan menurunkan angka stunting adalah fondasi penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Generasi yang sehat hari ini adalah penentu masa depan bangsa,” tegasnya.
Dengan penguatan sinergi lintas OPD dan intervensi yang terintegrasi, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan optimistis angka stunting dapat ditekan secara bertahap demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.(Sem/red)
