
JAYAWIJAYA, Binkari – Pagar bangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya, dilaporkan ambruk total pada Tgl. 6/4/2026. Proyek yang baru dikerjakan pada tahun 2022 oleh CV. Numaabanen tersebut kini menuai sorotan tajam karena dinilai dikerjakan dengan kualitas konstruksi yang buruk.
Kepala Distrik Bpiri, Ton Gombo, S.P., yang meninjau langsung ke lokasi kejadian di Kampung Iriliga, menyampaikan kekecewaan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai kerusakan berat ini diakibatkan oleh pengerjaan infrastruktur yang tidak sesuai standar.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Infrastruktur kesehatan seharusnya dibangun dengan kualitas yang kuat. Oleh karena itu, saya meminta dengan tegas kepada pihak yang menangani proyek ini, khususnya Direktur CV. Numaabanen Bapak Gasber Kenelak, untuk segera bertanggung jawab dan memperbaiki pagar tersebut dengan baik seperti semula,” tegas Ton Gombo.
Lebih lanjut, Ton Gombo menyayangkan kinerja kontraktor yang dinilai kurang profesional, mengingat yang bersangkutan adalah putra daerah setempat. Ia mengingatkan para pemegang proyek untuk tidak hanya mementingkan keuntungan finansial semata.
“Lain kali, jika mengambil proyek di daerah sendiri, utamakan kualitas bangunan. Jangan bekerja asal-asalan. Ini menjadi contoh buruk bagi pembangunan di Distrik Bpiri, Kabupaten Jayawijaya. Ke depannya, kejadian serupa tidak boleh terulang lagi,” tambahnya.

Kekecewaan senada juga diungkapkan oleh masyarakat setempat yang menyaksikan langsung kondisi di lokasi. Warga sangat menyayangkan bangunan yang baru berjalan sekitar empat tahun tersebut kini sudah hancur total.
Informasi terkait kerusakan infrastruktur publik ini pertama kali dihimpun dan dilaporkan langsung dari lokasi kejadian oleh Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Jayawijaya, Terinus Kenelak, guna mendapat perhatian serius dari pihak-pihak terkait. (Sem).

