
BANTAENG, Sulsel⚡Binkari – Alih-alih mendapat asupan bergizi, sejumlah pelajar di SDN 74 Bira-bira justru menerima apel dalam kondisi busuk dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Kabupaten Bantaeng, dan langsung memicu kemarahan orang tua siswa.
Sedikitnya dua wali murid mendatangi pihak sekolah setelah anak mereka pulang membawa buah yang tak layak konsumsi bertekstur lembek, berbau, dan mulai menghitam. Mereka mempertanyakan bagaimana mungkin makanan yang seharusnya menunjang kesehatan justru terkesan asal dibagikan.
“Ada dua wali murid yang melapor,” ungkap salah satu staf sekolah, Selasa (24/2/2026).
Insiden ini menampar keras pelaksanaan program MBG di Bantaeng.
Program yang digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi dan kualitas generasi muda itu kini dipertanyakan keseriusannya dalam pengawasan mutu pangan. Apel busuk yang sampai ke tangan siswa menandakan adanya celah serius dalam proses sortir, penyimpanan, hingga distribusi.
Lebih dari sekadar buah rusak, kejadian ini mencerminkan lemahnya kontrol kualitas di dapur penyedia. Jika buah busuk bisa lolos, publik wajar bertanya: bagaimana dengan bahan makanan lainnya?
Orang tua siswa berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan MBG, khususnya dapur penyedia di wilayah Bissappu. Sebab menyangkut konsumsi anak-anak, standar keamanan pangan tak boleh ditawar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola MBG setempat. Namun satu hal yang pasti, insiden ini menjadi alarm keras bahwa program bergizi tak boleh berjalan dengan pengawasan setengah hati.(Bang Jull)
