
Minahasa Utara, Binkari — Bencana longsor kembali terjadi di ruas jalan nasional Girian–Likupang tepatnya di KM 27, wilayah Desa Tinerungan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena jalur tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Sulawesi Utara, termasuk jalur menuju kawasan pariwisata Likupang.
Material longsoran berupa tanah dan batu dilaporkan masih mengalami pergerakan hingga saat ini. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam badan jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut, terlebih saat curah hujan tinggi.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan jalan nasional, bergerak cepat melakukan langkah penanganan darurat. Salah satu upaya yang ditempuh adalah menggeser trase jalan menjauhi titik longsoran. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara untuk memastikan jalur tetap fungsional dan dapat dilalui kendaraan.

Kepala Satuan Kerja Wilayah I BPJN Sulut, Ringgo Radetyo, menjelaskan bahwa kondisi lereng di lokasi masih belum stabil. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pergerakan tanah masih terjadi secara harian.
“Dari hasil monitoring kami, masih terdapat pergerakan longsoran setiap hari di lokasi tersebut. Oleh karena itu, penanganan permanen belum bisa dilakukan saat ini dan masih menunggu hingga lereng benar-benar stabil,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggeseran trase jalan merupakan langkah taktis yang harus segera dilakukan guna menjaga konektivitas wilayah. Jika tidak ditangani dengan cepat, dampak longsor bisa menyebabkan putusnya akses jalan nasional yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Selain itu, BPJN Sulut juga terus melakukan pengawasan intensif serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Masyarakat yang melintas di ruas Girian–Likupang KM 27 diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan diminta memperhatikan kondisi cuaca, mengurangi kecepatan kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor, khususnya pada jalur-jalur vital yang memiliki peran besar dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Sulawesi Utara.
Sunny


