
Bulukumba, Binkari —Kamis 15 Januari 2026,
Suasana berbeda tampak di Kantin Pengadilan Negeri Bulukumba usai pelaksanaan sidang pada hari ini.
Sejumlah penegak hukum dan praktisi hukum terlihat berkumpul secara santai, duduk bersama sambil menikmati kopi dan makanan ringan.
Momen tersebut menjadi gambaran harmonisasi serta soliditas antarsesama penegak hukum meskipun berasal dari organisasi profesi yang berbeda.
Dalam kebersamaan tersebut terlihat Lukman, S.H, Asrianto, S.H., M.H, serta Takbiratul, S.H yang diketahui berasal dari organisasi PRADIN. Turut hadir pula Ahmad Fadli, yang berprofesi sebagai paralegal.
Seluruhnya merupakan praktisi hukum yang selama ini aktif memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada klien masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung bukanlah agenda resmi, melainkan pertemuan santai di kantin pengadilan usai sidang. Meski bersifat informal, pertemuan tersebut diwarnai diskusi ringan seputar praktik hukum, pengalaman pendampingan perkara, serta komitmen bersama dalam memperjuangkan akses keadilan bagi masyarakat.
Peristiwa ini terjadi di Kantin Pengadilan Negeri Bulukumba, sebuah ruang publik yang kerap menjadi tempat interaksi informal para pencari keadilan, aparat penegak hukum, dan praktisi hukum setelah agenda persidangan.
Kebersamaan tersebut berlangsung setelah selesainya sidang pada hari ini, tepat di sela waktu istirahat para pengacara dan praktisi hukum sebelum kembali menjalankan aktivitas masing-masing.
Pertemuan ini mencerminkan bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk saling mendukung.
Para pengacara dan paralegal tersebut menunjukkan sikap profesional dengan mengedepankan etos solidaritas, komunikasi yang sehat, serta semangat saling support dalam menjalankan tugas sebagai pemberi bantuan hukum kepada klien.
Menurut salah satu praktisi hukum yang hadir, kebersamaan seperti ini penting untuk menjaga iklim penegakan hukum yang kondusif, sekaligus memperkuat sinergi antarsesama profesi hukum demi kepentingan pencari keadilan.
Kebersamaan terjalin secara alami. Usai sidang, para pengacara dan paralegal tersebut memilih beristirahat di kantin pengadilan.
Obrolan pun mengalir santai, diselingi canda ringan dan diskusi profesional. Meski berasal dari latar organisasi yang berbeda, mereka tampak saling menghargai, bertukar pandangan, serta mendukung pemberitaan positif terkait pendampingan hukum yang tengah mereka jalani untuk klien.
Penegasan
Situasi ini menjadi potret bahwa dunia advokat dan paralegal di Bulukumba tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, profesionalitas, dan integritas, tanpa sekat organisasi.
Kebersamaan di ruang sederhana seperti kantin pengadilan justru memperlihatkan wajah penegakan hukum yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada keadilan substantif.

