
MANADO, Binkari — Jemaat Kolom 14 GMIM Betania Teling Tingkulu menunjukkan komitmen iman dengan mengambil bagian aktif dalam kegiatan pawai lampion menjelang perayaan Paskah. Keterlibatan ini bukan sekadar partisipasi seremonial, tetapi menjadi pernyataan iman yang hidup atas karya penebusan Tuhan Yesus Kristus.
Pawai lampion yang diikuti jemaat berlangsung dengan penuh keteraturan dan semangat kebersamaan. Cahaya lampion yang dibawa peserta menjadi simbol terang Kristus yang mengalahkan kegelapan dosa, sekaligus mengingatkan umat akan makna pengorbanan di kayu salib.

Pnt. Oikurnia Zega, MH menegaskan bahwa momentum ini harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan rutin tahunan.
“Ini adalah wujud nyata iman dan rasa syukur kita. Kematian Yesus Kristus bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dihidupi dalam setiap tindakan dan pelayanan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Diaken Henny Rawis Poli menekankan pentingnya keterlibatan jemaat sebagai bentuk kesaksian di tengah masyarakat. Menurutnya, pawai lampion menjadi sarana untuk menyatakan bahwa kasih Kristus tetap hidup dan bekerja dalam kehidupan umat percaya.

Melalui kegiatan ini, Jemaat KLM 14 GMIM Betania Teling Tingkulu tidak hanya merayakan, tetapi juga menegaskan kembali panggilan iman hidup dalam terang, meninggalkan dosa, dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia.
Perayaan menjelang Paskah ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari jemaat menjadi terang yang membawa damai, kasih, dan pengharapan.
Sunny

