JALAN SALIB KGPM HOSANA TIKALA KUMARAKA SERUAN IMAN DI TENGAH 70 TAHUN PERJALANAN GEREJA.

Share

MANADO,Binkari  – Jumat 3 April 2026 KGPM Sidang Hosana Tikala Kumaraka kembali menegaskan panggilan imannya melalui pelaksanaan Jalan Salib yang dipelopori oleh Panitia Hari Raya Gereja (HRG) Kelompok Pelayanan Dua.

Kegiatan ini melibatkan panitia dan pelayan jemaat, antara lain Pnt. BrikPol Try Wahyu Pertama, Diaken Hendra Momuat, SE, Ketua Panitia Pnt. Donni Muntu, Sekretaris Sidang Martino Samuel, SS., Gr, serta Bendahara Pnt. Wani Taulu.

Momentum ini menjadi semakin bermakna dalam perjalanan 70 tahun KGPM Tikala, yang kini bertumbuh sebagai KGPM Sidang Hosana Tikala Kumaraka, sebuah perjalanan panjang yang tidak hanya berbicara tentang usia, tetapi juga tentang kedewasaan iman.

Dengan jumlah 77 kepala keluarga (KK), jemaat Sidang Hosana Tikala Kumaraka menunjukkan kebersamaan dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan pelayanan.

Prosesi Jalan Salib berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diselimuti suasana haru yang mendalam, serta diikuti dengan penuh penghayatan oleh seluruh jemaat. Setiap adegan yang diperagakan bukan sekadar simbol, melainkan refleksi nyata dari penderitaan Kristus.

Dalam peragaan tersebut, Pnt. Angkil Pangaila mengambil bagian dengan memerankan Tuhan Yesus, menghadirkan gambaran pengorbanan yang menyentuh hati dan mengajak jemaat untuk merenung lebih dalam.

Jalan Salib dimaknai sebagai tanda nyata pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang rela disalibkan demi menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Makna ini tidak berhenti pada perenungan semata, tetapi menjadi panggilan untuk mengalami pembaharuan hidup.

Ketua Panitia HRG, Pnt. Donni Muntu, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin gereja, tetapi merupakan bagian dari pembinaan iman jemaat.

“Kegiatan Jalan Salib ini kami laksanakan bukan hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk mengingatkan jemaat agar sungguh-sungguh menghidupi pengorbanan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Harapan kami, melalui kegiatan ini, jemaat mengalami pembaharuan hidup dan semakin kuat dalam iman,” ujar Pnt. Donni Muntu.

Kegiatan ini menegaskan bahwa iman tidak cukup hanya dirasakan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Tanpa perubahan hidup, peringatan seperti ini berisiko menjadi sekadar seremoni.

Namun bagi jemaat yang sungguh menghidupinya, Jalan Salib menjadi awal dari hidup yang baru meninggalkan kehidupan lama dan berjalan dalam kebenaran.

Pada akhirnya, melalui peringatan ini, jemaat diharapkan dapat merasakan sukacita sejati, sebagai buah dari pengorbanan Kristus yang membawa keselamatan bagi umat manusia.

 

*Sunny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *