Imam Kelurahan Je’nebatu Sampaikan Dakwah Islamiyah, Ajak Jamaah Perkuat Toleransi dan Ukhuwah

Share

GOWA, Jenebatu, Binkari – Imam Kelurahan Je’nebatu membawakan ceramah dakwah Islamiyah di Masjid Al-Mubarak Pannappassang, Minggu malam (22/2/2026). Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menghormati perbedaan serta memperkuat toleransi dan kerukunan, baik antar sesama umat Islam maupun dengan pemeluk agama lain.

Dalam suasana yang khidmat, kegiatan tersebut dihadiri oleh warga sekitar dan jamaah masjid. Ceramah berlangsung penuh perhatian, dengan pesan utama tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada di masyarakat.

“Islam mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan dan menjaga kerukunan dengan sesama manusia. Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan rahmat dari Allah SWT yang harus kita sikapi dengan bijaksana,” ujar Ade Putra.S.E,. di hadapan jamaah.

Beliau menegaskan bahwa perbedaan suku, budaya, maupun pandangan merupakan bagian dari sunnatullah yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk menjadikannya sebagai sarana saling mengenal (ta’aruf), memperkuat persaudaraan, dan memperluas wawasan kebangsaan.

Dalam ceramahnya, Imam Kelurahan Je’nebatu juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, sehingga diperintahkan untuk mendamaikan perselisihan dan bertakwa kepada Allah agar memperoleh rahmat-Nya. Ayat tersebut menjadi landasan kuat pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, beliau turut mengingatkan sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, bahwa tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Hadis tersebut, menurutnya, menjadi pedoman moral bagi umat Islam untuk membangun sikap saling menghargai, tolong-menolong, serta menjauhi sikap iri dan permusuhan.

Lebih lanjut, Imam Kelurahan mengajak jamaah untuk mengimplementasikan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Ia menekankan bahwa menjaga lisan, menghindari fitnah, dan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam.

Kegiatan dakwah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Dengan memperkuat ukhuwah dan semangat toleransi, masyarakat diharapkan dapat hidup berdampingan secara damai, harmonis, dan saling menghormati.

Melalui ceramah ini, Imam Kelurahan je’nebatu berharap nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin benar-benar terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sejuk, dan penuh keberkahan.

Penulis:Rahim,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *