KUTACANE, ⚡Binkari — Kepala Puskesmas Kota, Widya Wati, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga enggan menemui awak media dengan alasan sedang keluar di jam kerja.
Hal tersebut dialami langsung oleh salah seorang wartawan kejadian ini mencerminkan buruknya pelayanan dan keterbukaan di Puskesmas Kota. Ia menilai, jika awak media saja sulit bertemu dengan Kepala Puskesmas, maka dikhawatirkan masyarakat juga akan mengalami kesulitan serupa.
Setibanya di Puskesmas Kota, ia terlebih dahulu meminta izin kepada petugas keamanan (satpam) yang berjaga untuk bertemu Kepala Puskesmas. Setelah menunggu beberapa menit, satpam tersebut menyampaikan bahwa Kepala Puskesmas sedang keluar bersama Kepala Puskesmas Lawe Sigala-Gala.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Setelah wartawan tersebut meninggalkan lokasi, salah seorang pegawai Puskesmas Kota justru memberi tahu bahwa Kepala Puskesmas sebenarnya berada di dalam ruangannya.
“Ini sudah mencerminkan adanya kebohongan yang tidak etis. Jika wartawan saja dipersulit untuk bertemu, apalagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan,”
Kedatangan awak media tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi dan informasi terkait pengelolaan anggaran yang dikelola Puskesmas Kota, khususnya dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui secara transparan penggunaan anggaran tersebut.
Beberapa poin yang ingin dipertanyakan antara lain:
- Besaran anggaran jasa pelayanan rawat inap
- Jasa pelayanan kebidanan
- Biaya rujukan dan biaya BBM
- Jasa pelayanan sarana dan jasa pelayanan umum
Selain itu, juga ingin diketahui pembagian jasa pelayanan pemeriksaan gigi, jasa pembuatan protesa gigi, serta pola pembagian jasa pelayanan rawat inap untuk dokter, perawat, pengelola obat, dan pengelola laboratorium.
Tak hanya itu, awak media juga mempertanyakan pembagian jasa untuk pengelola Puskesmas, pelayanan kebidanan, jasa Kepala Puskesmas, jasa bidan, jasa pengelola JKN Puskesmas, pelayanan rujukan, pelayanan pemeriksaan gula darah, serta pelayanan protesa gigi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Kota belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. (Lubis)
