CUACA EKSTREM MENGUAT, PEMPROV PAPUA KELUARKAN PERINGATAN DINI DAN IMBAU MASYARAKAT TINGKATKAN KEWASPADAAN

Share

JAYAPURA, Binkari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kecenderungan ekstrem dan tidak bersahabat.

 

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terjadi peningkatan aktivitas atmosfer berupa pertemuan massa angin (konvergensi) di wilayah Papua. Fenomena ini berdampak langsung pada pertumbuhan awan hujan yang masif, peningkatan kecepatan angin, serta tingginya gelombang laut di sejumlah perairan.

 

Menanggapi situasi tersebut, Juru Bicara Gubernur Papua, Dr. Muhammad Rifai Darus, meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi alam saat ini.

 

“Ini bukan situasi cuaca biasa. Kita sedang menghadapi dinamika alam yang harus disikapi dengan kewaspadaan penuh, bukan dengan kelengahan,” tegas Dr. Rifai di Jayapura, Jumat (20/3/2026).

 

Peringatan khusus ditujukan bagi wilayah perairan. Gelombang laut di sejumlah perairan Papua dilaporkan mencapai kategori sedang hingga tinggi, berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Titik rawan tersebut meliputi perairan Jayapura, Sarmi, Mamberamo, Biak, hingga Serui dan Waropen. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan tradisional dan armada transportasi laut skala kecil.

 

Guna meminimalisasi risiko dan jatuhnya korban, Pemprov Papua secara resmi mengeluarkan instruksi dan imbauan sebagai berikut:

 

1. Penundaan Aktivitas Melaut: Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta untuk menunda aktivitas pelayaran apabila kondisi tidak memungkinkan. Wajib memperhatikan pembaruan informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar.

 

2. Kewaspadaan Pesisir: Masyarakat yang bermukim di pesisir pantai agar selalu siaga terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat memicu kecelakaan laut atau abrasi.

 

3. Antisipasi Bencana Darat: Masyarakat di wilayah rawan bencana, seperti daerah lereng, bantaran sungai, dan kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi.

 

4. Siaga Penuh Instansi Daerah: Pemerintah kabupaten/kota beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diinstruksikan untuk bersiaga penuh dan memastikan sistem respons cepat berjalan optimal apabila terjadi keadaan darurat.

 

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Tidak ada aktivitas ekonomi yang lebih penting dari nyawa manusia. Karena itu, kami meminta seluruh masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di tengah kondisi cuaca ekstrem,” tambah Dr. Rifai.

 

Sebagai langkah antisipatif, Pemprov Papua saat ini terus mengintensifkan koordinasi dengan BMKG, Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI/Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kemungkinan terburuk.

 

Di tengah situasi ini, Pemprov Papua menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.

 

“Alam sedang memberi tanda. Tugas kita adalah membaca, memahami, dan meresponsnya dengan bijak. Jangan menunggu bencana datang baru kita bergerak. Papua harus tetap kuat, tetapi juga harus cerdas dalam menghadapi risiko,” pungkasnya.

 

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG, serta tidak mudah terpancing oleh informasi palsu (hoaks) terkait cuaca dan bencana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

Dikeluarkan oleh : Juru Bicara Gubernur Papua, Dr. Muhammad Rifai Darus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *