
BULUKUMBA, Binkari – Gema takbir yang berkumandang di Hari Raya Idul Fitri 1447 H tak hanya menjadi simbol kemenangan bagi umat Muslim, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan yang tak ternilai bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Bulukumba. Sebanyak 197 narapidana menerima Remisi Khusus (RK), dan dua di antaranya langsung menghirup udara kebebasan, Sabtu (21/03/2026).
Momen penuh haru itu berlangsung di Masjid Babut Taubah usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Penyerahan Surat Keputusan (SK) remisi dilakukan secara simbolis oleh Plt. Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Ashari. Suasana pun seketika berubah menjadi emosional saat dua narapidana penerima Remisi Khusus II (RK II) tak kuasa menahan tangis dan langsung bersujud syukur setelah dinyatakan bebas.
Dalam sambutannya, Ashari menegaskan bahwa hari raya ini menjadi bukti nyata bahwa harapan selalu ada bagi siapa pun yang berkomitmen memperbaiki diri.
“Hari ini adalah momentum istimewa. Dari 197 penerima remisi, dua orang di antaranya langsung bebas. Ini adalah bukti bahwa kesempatan selalu terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh berubah,” ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), rincian remisi yang diberikan meliputi Remisi Khusus I (pengurangan sebagian) sebanyak 195 orang dengan variasi masa pengurangan, yakni 15 hari (29 orang), 1 bulan (118 orang), 1 bulan 15 hari (34 orang), dan 2 bulan (14 orang). Sementara itu, Remisi Khusus II (langsung bebas) diberikan kepada 2 orang, masing-masing dengan pengurangan masa pidana 15 hari dan 1 bulan.
Ashari juga menegaskan bahwa proses pengusulan remisi dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa biaya. Remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif serta menunjukkan perubahan perilaku yang baik selama masa pembinaan.
Lebih lanjut, ia berharap remisi ini menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus memperbaiki diri.
“Bagi yang belum bebas, jadikan ini sebagai penyemangat. Dan bagi yang hari ini kembali ke masyarakat, jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga untuk menjalani hidup yang lebih baik dan taat hukum,” tambahnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan suasana hangat melalui sesi foto bersama serta halal bi halal antara petugas dan warga binaan. Hari kemenangan pun terasa semakin bermakna, bukan hanya tentang kebebasan fisik, tetapi juga tentang harapan baru, perubahan, dan kesempatan kedua untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

