‎

Suara Rakyat Kembali Mengantarkan Sosto Daluwu Memimpin Mahumu, Bersama Membangun Desa

Share

MAHUMU, Binkari – Pesta demokrasi boleh melahirkan pilihan yang berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan mengubur persaudaraan. Di Desa Mahumu, kemenangan bukan sekadar tentang suara terbanyak, melainkan tentang amanah, tanggung jawab, dan bagaimana merangkul kembali seluruh masyarakat dalam satu ikatan kebersamaan.

Sosto Hermanto Daluwu kembali dipercaya memimpin Desa Mahumu setelah meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Kepercayaan tersebut menjadi amanah yang harus dijawab dengan pengabdian, pelayanan yang adil, serta komitmen membangun desa tanpa sekat perbedaan pilihan.

Dalam pesannya kepada masyarakat, Sosto menegaskan bahwa seluruh warga Mahumu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin desa. Baginya, kontestasi telah usai, dan kini saatnya seluruh masyarakat kembali merapatkan barisan demi masa depan desa.

“Kepada seluruh masyarakat Mahumu, mari kita bersatu kembali, hidup rukun dan damai. Kita semua adalah warga Mahumu yang harus saya layani sebagai pemimpin desa,” tegas Sosto.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bahwa kepemimpinan tidak boleh dibatasi oleh pilihan politik. Mereka yang memberikan suara maupun yang memilih berbeda, semuanya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan, perhatian, dan kesempatan dalam pembangunan desa.

Sosto juga menyampaikan terima kasih kepada Ferdinan Mauso yang telah ikut berpartisipasi dalam kontestasi Pilkades Desa Mahumu.

Keikutsertaan Ferdinan, menurut Sosto, merupakan bagian dari proses demokrasi yang perlu dihargai sebagai wujud partisipasi dalam menentukan arah kepemimpinan desa.

Sebab, dalam demokrasi yang sehat, perbedaan pilihan bukanlah alasan untuk membangun permusuhan. Kompetisi boleh berlangsung dengan penuh semangat, tetapi setelah keputusan rakyat ditetapkan, persatuan harus kembali menjadi landasan bersama.

Kini, tantangan sesungguhnya bukan lagi tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan bagaimana kepercayaan masyarakat dapat diwujudkan menjadi pembangunan yang nyata, pelayanan yang merata, dan kehidupan desa yang semakin harmonis.

Asril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *