‎

Febrima Theodorus Angow Resmo Dilantik, Kursi DPRD Bukan Sekedar Jabatan, Melainkan Amanah Rakyat

Share

TAHUNA, BINKARI – Sebuah kursi di gedung parlemen bukan sekadar tempat duduk berbalut kehormatan. Di baliknya, ada suara rakyat yang harus diperjuangkan, aspirasi yang menanti jawaban, dan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.

Senin, 20 Juli 2026, bertempat di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Febrima Theodorus Angow resmi diangkat sebagai anggota DPRD melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW) untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Prosesi peresmian dipimpin langsung Ketua DPRD Sangihe, Denny Roy Tampi, S.E., yang sekaligus memandu pengucapan sumpah/janji jabatan.

Surat Keputusan pengangkatan diserahkan secara resmi oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari.

Momentum tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi Febrima Theodorus Angow dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan bersama anggota DPRD lainnya.

Keluarga Besar DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pengangkatan tersebut, seraya berharap Febrima senantiasa diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan keberhasilan dalam menjalankan tugas demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Namun, di balik seremoni dan pengucapan sumpah, tersimpan makna yang jauh lebih besar. Jabatan publik bukan sekadar kehormatan yang diterima, melainkan tanggung jawab yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan wakil yang hadir dalam ruang sidang, tetapi juga wakil yang bersedia mendengar suara dari kampung-kampung, memperjuangkan kebutuhan masyarakat, serta mengawal kebijakan dan anggaran agar benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

Sebab, sumpah jabatan bukan sekadar rangkaian kata yang terucap di hadapan para saksi. Ia adalah janji yang harus hidup dalam tindakan, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat.

Kini, amanah itu berada di pundak Febrima Theodorus Angow. Waktu akan menjadi saksi, sementara masyarakat menanti bukti bahwa kepercayaan yang diberikan dapat diwujudkan menjadi perjuangan nyata bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Asril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *