BULUKUMBA, SULSEL, BINKARI — Rumah sakit identik dengan ruang perawatan, dokter, dan perjuangan menyelamatkan pasien. Namun, bagi jajaran RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, pengabdian terhadap kesehatan masyarakat tidak berhenti di balik dinding rumah sakit. Kepedulian itu dibawa langsung ke jalanan melalui aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan sekitar 150 pegawai.
Kegiatan yang berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Bulukumba, tersebut menyasar sejumlah titik, mulai dari median jalan, trotoar, hingga saluran drainase. Aksi ini menjadi wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung rangkaian Festival Pinisi dan persiapan menghadapi Penilaian Adipura.
Ratusan pegawai yang terdiri atas tenaga kesehatan dan tenaga nonkesehatan turun bersama, memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan bukan semata urusan petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Direktur Administrasi Umum, Keuangan dan Program Muhammad Irfan, S.Sos., serta Wakil Direktur Pelayanan Medik dr. Rismayanti Waris, Sp.GK, bersama jajaran pegawai RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba.
KESEHATAN TIDAK CUKUP DENGAN OBAT, LINGKUNGAN BERSIH JUGA PENTING
Wakil Direktur Administrasi Umum, Keuangan dan Program, Muhammad Irfan, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan pegawai rumah sakit dalam aksi kebersihan merupakan bagian dari komitmen mendukung terwujudnya Bulukumba yang bersih, sehat, indah, dan nyaman.
Menurutnya, kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kualitas pelayanan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas.
“Peran rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan kepada pasien, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkap Muhammad Irfan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan seharusnya dimulai jauh sebelum seseorang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Lingkungan yang terjaga kebersihannya merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat yang lebih sehat.
DARI AKSI BERSIH-BERSIH MENUJU PERUBAHAN KEBIASAAN
Di balik kegiatan yang melibatkan ratusan pegawai tersebut, terdapat pesan yang lebih besar: kebersihan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan sesaat atau sekadar agenda menjelang penilaian.
Muhammad Irfan juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan, mulai dari rumah, tempat kerja, hingga fasilitas umum. Ia mendorong masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan membiasakan pemilahan sampah rumah tangga, termasuk sampah organik dan anorganik, agar lebih mudah dikelola.
Ajakan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau institusi tertentu. Perubahan membutuhkan kebiasaan sehari-hari, kepedulian bersama, dan konsistensi dalam menjaga ruang publik.
FESTIVAL PINISI DAN ADIPURA, MOMENTUM MEMBANGUN KESADARAN
Aksi bersih-bersih ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan Festival Pinisi sekaligus mendukung persiapan Kabupaten Bulukumba menghadapi Penilaian Adipura.
Namun, nilai penting kegiatan tersebut tidak semata terletak pada kesiapan menghadapi penilaian atau menyambut agenda daerah. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup bersih dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Lingkungan yang bersih tidak seharusnya hanya terlihat ketika sebuah kegiatan berlangsung atau saat penilaian dilakukan. Kebersihan perlu dijaga setiap hari agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Melalui semangat kebersamaan, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesuksesan Festival Pinisi, persiapan Penilaian Adipura, serta mewujudkan Bulukumba yang semakin bersih, asri, dan sehat.
Sebab rumah sakit yang peduli terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya hadir ketika warga jatuh sakit, tetapi juga ikut mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung kehidupan lebih sehat.
BINTANG BAYANGKARA INDONESIA — WILAYAH SULSELBAR
Jurnalisme yang Mengabarkan Fakta, Mengangkat Pengabdian, dan Mendorong Perubahan.
Abdul Rauf

