
BULUKUMBA, BINKARI — Setiap tetes Air Susu Ibu (ASI) bukan sekadar asupan pertama bagi bayi, melainkan fondasi penting bagi tumbuh kembang yang sehat dan optimal. Di balik proses menyusui, ada perjuangan seorang ibu yang membutuhkan dukungan, pendampingan, dan akses terhadap informasi kesehatan yang tepat.
Dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2026, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menegaskan komitmennya mendukung ibu menyusui melalui layanan konseling laktasi.
Layanan ini dihadirkan untuk membantu ibu mempersiapkan proses menyusui, memahami teknik menyusui yang tepat, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama masa menyusui.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang ramah terhadap ibu dan bayi, sekaligus mendorong keberhasilan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Setelah enam bulan, pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih, disertai makanan pendamping ASI (MPASI) yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba mengajak para ibu untuk memanfaatkan layanan konseling laktasi guna memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan menyusui. Masyarakat dapat menghubungi layanan informasi rumah sakit untuk mengetahui lebih lanjut mengenai akses konseling tersebut.
Menyusui bukan perjuangan yang harus dihadapi seorang ibu sendirian. Dukungan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan menjadi kekuatan penting agar ibu dapat menjalani proses menyusui dengan lebih percaya diri.
Melalui momentum Pekan ASI Sedunia 2026, mari bersama membangun budaya ramah ASI demi melahirkan generasi Bulukumba yang lebih sehat dan berkualitas.
Karena setiap tetes ASI membawa kasih sayang, menopang kehidupan, dan menjadi investasi berharga bagi masa depan anak.
Abdul Rauf

