ACEH TENGGARA, BINKARI — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kutacane menandai Dies Natalis ke-13 dengan cara yang berbeda. Bukan hanya seremoni dan perayaan usia organisasi, momentum tersebut diwujudkan melalui “Aksi Berbagi Kasih” dengan membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu.
Kegiatan yang berlangsung di GSJA Kalvari Lawe Sigala II, Senin (31/8/2026), menjadi momentum bagi kader GMKI Kutacane untuk menunjukkan bahwa keberadaan organisasi mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas internal, tetapi juga harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejumlah tokoh dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Drs. Muhammad Ridwan, Asisten I Bupati Aceh Tenggara; Iptu P. Marpaung, Kasat Samapta Polres Aceh Tenggara; Pelda Ruben Sagala, Danposramil Babul Makmur; Baginda Maruli Sirait, Bimas Kristen Aceh Tenggara; para senior GMKI Kutacane serta pemuda-pemudi gereja di Aceh Tenggara.
Mengusung semangat kebersamaan, pelayanan dan kepedulian sosial, Dies Natalis ke-13 menjadi ruang refleksi bagi GMKI Kutacane untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen pengabdian.
Di tengah momentum pertambahan usia organisasi, GMKI Kutacane memilih menghadirkan makna perayaan melalui aksi sosial. Paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas.
Bagi GMKI Kutacane, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Aksi berbagi kasih menjadi pesan bahwa organisasi mahasiswa dan pemuda gereja dapat mengambil bagian dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ketua GMKI Kutacane, Leonardo D. Sihombing, S.P., mengatakan Dies Natalis ke-13 harus menjadi momentum evaluasi sekaligus titik awal untuk membangun semangat baru dalam pelayanan.
“Dies Natalis ke-13 ini bukan sekadar perayaan usia organisasi, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan GMKI Kutacane dan memperkuat komitmen kita untuk terus hadir, melayani, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Aksi berbagi kasih ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kami,” ujar Leonardo.
GMKI Kutacane menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik dalam bidang sosial, edukasi maupun kemasyarakatan.
Momentum Dies Natalis ke-13 sekaligus menjadi pengingat bahwa organisasi tidak cukup hanya bertumbuh secara usia. Pertumbuhan harus dibuktikan melalui karya, pelayanan dan kontribusi nyata.
Dengan semangat “Ut Omnes Unum Sint” — “Supaya Mereka Semua Menjadi Satu”, GMKI Kutacane bertekad terus membentuk kader yang mampu memberikan kontribusi bagi gereja, perguruan tinggi, masyarakat dan bangsa.
Tiga belas tahun bukan sekadar angka. Bagi GMKI Kutacane, usia tersebut menjadi panggilan untuk semakin hadir, semakin peduli dan semakin nyata dalam pengabdian.
R. Lubis

