Menyelamatkan Masa Depan dari Ruang Kelas, Kasat Narkoba Polres Bulukumba Bentengi 158 Pelajar dari Ancaman Narkotika

Share

BULUKUMBA, Binkari — Masa depan bangsa tidak hanya dipertaruhkan di gedung-gedung besar dan ruang pengambilan kebijakan. Masa depan itu sedang tumbuh hari ini di bangku-bangku sekolah.

Karena itulah, ketika ancaman narkotika mulai mengintai generasi muda, pencegahan tidak boleh menunggu korban. Pesan itulah yang dikedepankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika di SMP Negeri 5 Bulukumba, Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Rabu, 26 Agustus 2026.

Mengusung semangat “Bersinergi Melawan Narkoba, Selamatkan Generasi Muda Bulukumba”, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA itu diikuti 158 siswa bersama para guru.

Namun kegiatan tersebut bukan sekadar penyampaian materi tentang bahaya narkotika.

Di hadapan ratusan pelajar, Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP Salehuddin, S.H., M.H. membawa pesan yang lebih besar: menyelamatkan anak-anak bangsa sebelum mereka kehilangan arah dan masa depannya akibat narkoba.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Para pelajar harus mampu mengenali bahaya narkotika, berani menolak ajakan untuk mencoba, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif,” tegas AKP Salehuddin.

Satu Langkah Menjauh dari Narkoba, Satu Langkah Menyelamatkan Masa Depan

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kesbangpol Kabupaten Bulukumba Ahmad Arfan, S.IP., M.T., Kepala SMP Negeri 5 Bulukumba Hj. Dra. Andi Ratnawati, M.Pd., Ketua DPC GAN Rosmaniar Raja Mully, Kaur Mintu Sat Narkoba Polres Bulukumba AIPTU Rusli, serta jajaran guru SMP Negeri 5 Bulukumba.

Di hadapan para siswa, personel Sat Narkoba memberikan pemahaman mengenai narkotika, jenis-jenisnya, serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan apabila disalahgunakan.

Para pelajar diperkenalkan dengan sejumlah jenis narkotika dan zat berbahaya, termasuk sabu, ganja, tembakau gorila, heroin, dan kokain. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar para siswa mengetahui bahwa narkotika bukan sekadar persoalan hukum, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan, keluarga, pendidikan, dan masa depan.

Penyalahgunaan narkotika dapat berdampak pada kesehatan fisik, termasuk mengganggu fungsi otak dan sistem saraf, merusak organ tubuh, serta menurunkan daya tahan tubuh.

Tidak berhenti di sana, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang dapat muncul, seperti kecemasan, depresi, halusinasi, gangguan kejiwaan, hingga ketergantungan.

Namun bagi AKP Salehuddin, pesan paling penting yang harus tertanam dalam diri setiap pelajar adalah jangan pernah memberi kesempatan kepada narkoba untuk masuk ke dalam kehidupan.

Karena sebuah ajakan sederhana untuk “mencoba” dapat menjadi pintu menuju ketergantungan.

Dan satu keputusan yang salah dapat membawa dampak panjang terhadap masa depan.

Kasat Narkoba: Pelajar Harus Punya Keberanian untuk Berkata Tidak

AKP Salehuddin menegaskan, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum terhadap para pelaku. Pencegahan harus dimulai lebih awal dengan membangun kesadaran generasi muda.

Bagi seorang pelajar, keberanian bukan berarti berani mencoba narkoba.

Keberanian yang sesungguhnya adalah mampu berkata tidak ketika narkoba datang menawarkan kesenangan sesaat.

“Jangan pernah mencoba narkotika hanya karena rasa penasaran atau ajakan teman. Masa depan kalian jauh lebih berharga daripada kesenangan sesaat. Pilihlah pergaulan yang baik dan kegiatan yang positif,” menjadi pesan utama yang dikedepankan dalam sosialisasi tersebut.

AKP Salehuddin juga mengingatkan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam melindungi anak-anak dari ancaman narkoba. Komunikasi antara orang tua dan anak, perhatian terhadap lingkungan pergaulan, serta penguatan nilai agama dan karakter menjadi bagian penting dalam membentuk pertahanan sejak dini.

Sekolah Bukan Sekadar Tempat Menuntut Ilmu, Tetapi Benteng Masa Depan

Untuk memudahkan pemahaman para pelajar, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penayangan gambar dan video edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta langkah-langkah pencegahannya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Sejumlah siswa diberikan kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai narkotika, bahaya yang ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi ajakan atau peredaran narkoba.

Antusiasme para pelajar menjadi gambaran bahwa pendidikan pencegahan narkoba harus terus dibawa ke ruang-ruang sekolah.

Sebab sekolah bukan hanya tempat membangun kecerdasan.

Sekolah juga merupakan benteng untuk membentuk karakter, keberanian, dan kesadaran generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh ancaman yang dapat menghancurkan hidup mereka.

Menyelamatkan Anak Bangsa Sebelum Terlambat

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Sat Narkoba Polres Bulukumba dalam menempatkan upaya pencegahan sebagai langkah penting untuk melindungi generasi muda.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, luasnya pergaulan, dan berbagai bentuk modus penyalahgunaan narkotika, generasi muda membutuhkan informasi yang benar, perhatian dari keluarga, serta lingkungan yang mendukung mereka untuk tumbuh sehat dan berprestasi.

158 siswa yang hadir hari itu bukan sekadar peserta sosialisasi.

Mereka adalah calon pemimpin, Mereka adalah penerus keluarga. Mereka adalah harapan daerah. Dan di pundak merekalah masa depan bangsa akan dilanjutkan.

Karena itu, upaya melindungi generasi muda dari narkoba tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.

“Generasi muda merupakan aset bangsa. Karena itu, mari bersama-sama bersinergi melawan narkoba demi menyelamatkan generasi muda Bulukumba,” pungkas AKP Salehuddin.

Pesan untuk Generasi Muda Bulukumba di akhir kegiatan, satu pesan mengemuka dan menjadi pengingat bagi seluruh pelajar:

Jangan korbankan masa depan hanya karena rasa ingin tahu, jangan hancurkan impian hanya karena ajakan teman.

Dan jangan pernah mencoba sesuatu yang dapat merenggut masa depan.

Narkoba mungkin menawarkan kesenangan sesaat, tetapi pendidikan, keluarga, cita-cita, dan masa depan menawarkan kehidupan yang jauh lebih berharga.

Berkata tidak kepada narkoba berarti berkata ya kepada masa depan.

Karena menyelamatkan satu pelajar hari ini, berarti menjaga masa depan bangsa untuk hari esok.

Penulis: Abdul Rauf

Media Bintang Bayangkara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *