
SITARO, BINKARI — Ketika BBM bersubsidi tiba, masyarakat tidak hanya menunggu bahan bakar. Mereka menunggu satu hal yang jauh lebih penting yaitu keadilan dalam setiap tetes yang disalurkan.
Harapan itu terasa dalam penyaluran BBM bersubsidi di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin, 24 Agustus 2026. Proses distribusi berlangsung aman, tertib dan terkendali, dengan pengawasan aparat kepolisian.
Ivon Bawotong menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Sitaro, khususnya personel yang terlibat dalam pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Tagulandang.
Menurut Ivon, kehadiran aparat dalam proses distribusi menjadi bagian penting untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Saya mengapresiasi Polres Sitaro yang telah melakukan pengawasan. Penyaluran berjalan aman dan terbagi secara merata kepada masyarakat,” ujar Ivon Bawotong.
Sebelumnya, kapal tanker MT Pokajo tiba di Tagulandang pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WITA dengan membawa BBM jenis Pertalite, minyak tanah atau kerosene, serta Biosolar.
Proses pembongkaran berlangsung hingga sekitar pukul 24.00 WITA. Setelah seluruh kegiatan bongkar selesai, MT Pokajo kemudian melanjutkan perjalanan menuju Ulu Siau.

Pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 08.30 WITA, Agen Maranatha mulai melakukan penyaluran BBM kepada masyarakat, termasuk pengendara kendaraan dan para nelayan.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, proses penyaluran mendapat pengawasan langsung dari Kapolsek Tagulandang bersama personelnya. Pengamanan juga diperkuat oleh Resmob Tim URC Polres Sitaro.
Pengawasan tersebut menjadi penting karena BBM bersubsidi bukan sekadar komoditas. Bagi masyarakat kepulauan, BBM adalah denyut kehidupan, menggerakkan kendaraan, perahu nelayan, aktivitas ekonomi, hingga kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, distribusi yang tertib dan merata merupakan bagian dari rasa keadilan yang harus dijaga bersama.
Ivon berharap pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi tidak berhenti pada satu momentum, tetapi terus dilakukan secara konsisten.
Sebab, ketika subsidi negara tiba di tengah masyarakat, jangan sampai ada tangan yang mengambil lebih banyak sementara tangan lain pulang dengan kekosongan.
Di Tagulandang, pengawasan aparat menjadi mata yang memastikan distribusi berjalan pada jalurnya. Dan masyarakat berharap, setiap liter BBM bersubsidi benar-benar menjadi hak mereka yang membutuhkan, bukan menjadi ladang keuntungan bagi mereka yang mencari celah.
⭐️/Tim

