MINAHASA,BINKARI-Rencana kembali beroperasinya aktivitas di Jeti atau Pelabuhan Ko senga mulai menuai sorotan warga Desa Tateli Weru. Masyarakat meminta rencana masuknya kapal dan aktivitas operasional di kawasan tersebut tidak dilakukan secara sepihak, melainkan terlebih dahulu dibahas secara terbuka bersama warga.
Informasi mengenai rencana kembali masuknya kapal ke Jeti Ko senga mencuat setelah sejumlah warga berkomunikasi dengan pekerja yang berada di lokasi. Dari informasi yang diterima, disebutkan adanya rencana kapal kembali masuk dan melakukan aktivitas di kawasan jeti.
Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian warga dan disampaikan kepada tim investigasi untuk ditelusuri lebih lanjut.
Keresahan warga terutama berkaitan dengan keselamatan nelayan, aktivitas masyarakat, kenyamanan lingkungan, serta potensi dampak terhadap kawasan pesisir.
Kekhawatiran itu, menurut warga, tidak muncul tanpa alasan. Mereka mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah terjadi persoalan dalam penanganan kapal tongkang yang mengalami kebocoran dan dalam proses penyelamatannya disebut menimbulkan korban jiwa.
Atas pengalaman tersebut, masyarakat meminta aspek keselamatan tidak dianggap sepele. Mereka mendesak agar setiap rencana operasional kapal di Jeti Ko senga terlebih dahulu memastikan seluruh persyaratan, prosedur keselamatan dan ketentuan yang berlaku benar-benar dipenuhi.
Jangan Sampai Warga Hanya Menjadi Penonton, Warga mempertanyakan bagaimana mungkin aktivitas kembali berjalan apabila masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi justru belum mendapatkan penjelasan secara terbuka.
Masyarakat meminta pihak pengelola, pemerintah dan instansi terkait duduk bersama dengan warga Desa Tateli Weru untuk menjelaskan rencana kegiatan, jenis aktivitas kapal, mekanisme operasional, aspek keselamatan hingga potensi dampak terhadap nelayan dan lingkungan.
“Warga tidak bermaksud menghambat kegiatan usaha. Yang kami minta adalah keterbukaan, keselamatan dan komunikasi dengan masyarakat,” demikian aspirasi warga.
Selain persoalan rencana aktivitas kapal, warga juga menyoroti keberadaan kapal yang disebut masih mangkrak di kawasan Ko senga. Masyarakat meminta adanya kejelasan mengenai status dan penyelesaian persoalan tersebut agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Warga juga mempertanyakan dugaan adanya pemberian izin operasional kepada jeti yang dinilai sudah tidak layak. Namun, hal tersebut masih berupa dugaan dan perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang maupun pengelola.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka sebelumnya telah berulang kali menyampaikan kekhawatiran agar tidak terjadi lagi aktivitas di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Mereka berharap kawasan tersebut tidak kembali menjadi lokasi yang menimbulkan korban.
Potensi Wisata Jangan Dikorbankan, Warga juga mengingatkan bahwa kawasan sekitar Tateli Weru memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, setiap aktivitas di kawasan Jeti Ko senga dinilai harus mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan usaha, keselamatan masyarakat, keberlangsungan aktivitas nelayan, perlindungan lingkungan dan potensi pengembangan wisata.
Masyarakat tidak ingin kawasan yang memiliki potensi ekonomi dan wisata justru berkembang menjadi sumber keresahan akibat kurangnya komunikasi maupun pengawasan.
Minta Pemerintah dan Polisi Turun Tangan, Warga berharap pemerintah dan aparat terkait, termasuk pihak kepolisian, tidak menunggu persoalan membesar baru mengambil langkah.
Mereka meminta aspirasi masyarakat, khususnya para nelayan Tateli Weru, segera ditindaklanjuti melalui forum dialog yang melibatkan seluruh pihak.
Menurut warga, musyawarah terbuka jauh lebih baik daripada membiarkan keresahan berkembang menjadi konflik di lapangan.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak kegiatan ekonomi maupun investasi. Namun, setiap aktivitas di Jeti Ko senga harus berjalan dengan memperhatikan aturan, keselamatan, lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.
Kini, warga menunggu langkah konkret dari pihak pengelola dan pemerintah: apakah aktivitas akan kembali berjalan tanpa dialog, atau seluruh pihak akan duduk bersama terlebih dahulu untuk memastikan Jeti Ko senga beroperasi secara aman, tertib dan tidak merugikan masyarakat?
Aspirasi warga tersebut diharapkan mendapat respons serius agar persoalan Jeti Ko senga dapat diselesaikan secara terbuka, transparan dan mengedepankan kepentingan keselamatan masyarakat serta nelayan Desa Tateli Weru.

