Pemprov Papua Dukung Kerja Sama Indonesia–Jepang Pulangkan Kerangka Jenazah Korban Perang Dunia II

Share

Jayapura, Binkari – Pemerintah Provinsi Papua menyatakan dukungan penuh terhadap kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dalam proses identifikasi serta pemulangan kerangka jenazah korban Perang Dunia II yang ditemukan di sejumlah wilayah di Papua.

Komitmen tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait, saat menerima kunjungan Direktur Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Ketua Tim Pengumpulan Kerangka Jenazah Pemerintah Jepang di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan pelaksanaan survei, ekskavasi, identifikasi, hingga pemulangan kerangka jenazah korban Perang Dunia II sebagai bagian dari kerja sama kemanusiaan yang telah berlangsung antara Indonesia dan Jepang.

Christian Sohilait mengatakan Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai wujud hubungan persahabatan dan kemanusiaan yang terus terjalin antara kedua negara.

Menurut dia, pemerintah daerah siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat agar seluruh tahapan kegiatan, termasuk ekskavasi dan pengambilan sampel, dapat berlangsung dengan lancar.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini dan berharap manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya dalam aspek kemanusiaan, tetapi juga bagi pembangunan daerah,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Papua melalui pengembangan situs memorial perdamaian yang memiliki nilai sejarah, edukasi, sekaligus potensi pariwisata.

Sementara itu, Direktur Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Raden Usman Effendi, menjelaskan bahwa sejak 2024 tim gabungan Indonesia dan Jepang telah melaksanakan survei, ekskavasi, serta pengambilan sampel terhadap 59 kerangka jenazah yang ditemukan di Kabupaten Biak Numfor, Supiori, dan Sarmi.

Seluruh sampel, kata dia, akan menjalani proses identifikasi melalui analisis DNA di Universitas Airlangga sebelum dilakukan pemulangan ke Jepang.

Menurut Raden, keberhasilan pelaksanaan program tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah daerah, serta masyarakat yang selama ini berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan.

“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat yang terus mendukung setiap tahapan kegiatan,” ujarnya.

Ketua Tim Pengumpulan Kerangka Jenazah Pemerintah Jepang, Okamoto, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua dan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut.

Ia mengatakan program pengumpulan dan pemulangan kerangka jenazah korban perang juga dilaksanakan Pemerintah Jepang di sejumlah negara sebagai bagian dari upaya kemanusiaan untuk menghormati para korban konflik bersenjata.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan dan berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk menghormati para korban perang sekaligus mempererat persahabatan kedua negara,” katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Papua, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Tim Pengumpulan Kerangka Jenazah Pemerintah Jepang, serta organisasi perangkat daerah terkait.

Melalui pertemuan itu, seluruh pihak berkomitmen memperkuat koordinasi guna mendukung kelancaran proses identifikasi dan pemulangan kerangka jenazah korban Perang Dunia II, sekaligus mempererat kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang kemanusiaan, pelestarian sejarah, dan diplomasi budaya. (Sem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *