
Jayapura, Binkari – Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan empat pekerja proyek pembangunan jalan milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena tewas dalam aksi penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan Kali Kabur, Distrik Wuniniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026) malam.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri mengindikasikan aksi penembakan dilakukan oleh kelompok OPM yang dipimpin Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. Korban merupakan pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang sedang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur jalan.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIT. Empat korban meninggal dunia masing-masing bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga yang merupakan Orang Asli Papua, serta Alfonds,” kata Tri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jayapura, Senin,(9/7/2026).
Ia menjelaskan seluruh korban merupakan pekerja proyek PT SHJ, kecuali Barengga yang merupakan warga setempat. Selain korban meninggal, tiga pekerja lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke RSUD Karubaga untuk mendapatkan perawatan medis.
Tri mengatakan sejumlah pekerja lain berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan yang selanjutnya meneruskan informasi kepada aparat keamanan.
Merespons laporan tersebut, aparat gabungan yang terdiri atas personel Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban di tengah kondisi medan yang sulit serta potensi ancaman dari kelompok bersenjata.
Seluruh korban meninggal maupun pekerja yang selamat berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Saat ini tiga jenazah disemayamkan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sedangkan satu jenazah lainnya berada di RSUD Tolikara untuk penanganan lebih lanjut.
“Dalam operasi evakuasi tersebut tidak terdapat korban dari unsur aparat keamanan,” ujar Tri.
Kodam XVII/Cenderawasih mengecam aksi penembakan tersebut karena menyasar warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur di Papua. Menurut Tri, tindakan kekerasan itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi menghambat pelaksanaan pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan aparat TNI dan Polri saat ini terus memperkuat pengamanan di wilayah sekitar lokasi kejadian sekaligus melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga menjadi pelaku penyerangan.
“Kehadiran aparat keamanan merupakan komitmen negara untuk melindungi masyarakat, menjaga keberlangsungan pembangunan, serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif di Papua,” katanya.
Berdasarkan data yang diterima redaksi, selain empat korban meninggal dunia, tiga pekerja lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut dan telah mendapat penanganan medis di RSUD Karubaga. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kronologi serta motif penyerangan, sementara situasi di sekitar lokasi kejadian terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.
Sem Gombo

