Warga RK Pannappassang Ruting Gotong Royong Ratakan Jalan Tanah Poros Bontosunggu–Bengo Demi Kelancaran Akses Masyarakat

Share

GOWA, Binkari – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan lingkungan kembali ditunjukkan oleh masyarakat RK Pannappassang Ruting melalui kegiatan gotong royong meratakan Jalan Tanah Poros Bontosunggu–Bengo. Kegiatan yang melibatkan puluhan warga tersebut dilaksanakan secara swadaya sebagai upaya memperbaiki akses transportasi yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai kalangan tampak bergotong royong membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, parang, dan alat manual lainnya. Mereka bersama-sama meratakan badan jalan, membersihkan semak di sepanjang sisi jalan, serta membuat saluran drainase sederhana guna mengurangi genangan air saat musim hujan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Jalan Poros Bontosunggu–Bengo Manuju. masih berupa jalan tanah merah khas daerah pegunungan. Ketika musim hujan tiba, permukaan jalan menjadi sangat licin dan berlumpur sehingga menyulitkan pengendara, bahkan kerap menyebabkan kendaraan roda dua tergelincir. Sebaliknya, saat musim kemarau, debu yang beterbangan juga mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.

Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan gotong royong mengatakan bahwa perbaikan jalan dilakukan atas dasar kepedulian bersama karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jalan ini menjadi akses utama masyarakat dari Bontosunggu ke Bengo Manuju. Saat hujan kondisinya sangat licin dan sering menyebabkan pengendara motor terjatuh. Karena itu kami berinisiatif bergotong royong meratakan jalan agar lebih mudah dilalui sambil menunggu adanya penanganan dari pemerintah,” ujarnya.

Selain memudahkan mobilitas warga, jalan tersebut juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan ini menjadi jalur utama bagi petani untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian menuju pusat pemasaran. Kondisi jalan yang kurang memadai dinilai berdampak terhadap kelancaran distribusi hasil panen.

Kegiatan gotong royong berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Warga saling bahu-membahu tanpa mengharapkan imbalan sebagai wujud kepedulian terhadap kepentingan bersama. Nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Masyarakat berharap upaya swadaya yang telah dilakukan dapat menjadi perhatian pemerintah, khususnya pemerintah kecamatan dan instansi teknis terkait, agar Jalan Poros Bontosunggu–Bengo Manuju dapat segera memperoleh penanganan yang lebih permanen melalui pengerasan menggunakan sirtu maupun pengaspalan.

Dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar sepanjang tahun. Selain itu, pembangunan jalan yang layak juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan akses pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Gotong royong yang dilaksanakan warga RK Pannappassang Ruting menjadi bukti nyata bahwa partisipasi masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah. Meski dengan keterbatasan sarana dan sumber daya, semangat kebersamaan tersebut menunjukkan komitmen warga untuk terus menjaga dan memperbaiki fasilitas umum demi kepentingan seluruh masyarakat. (Rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *