
SANGIHE, Binkari — Tidak semua pemimpin lahir dari tanah yang dipimpinnya. Namun, ada pemimpin yang memilih mencintai tanah itu dengan sepenuh hati, hingga denyut kehidupan masyarakatnya menjadi bagian dari napasnya sendiri.
Selama dua tahun memimpin Polres Kepulauan Sangihe, sejak Juli 2024, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P. tidak hanya menjalankan tugas sebagai seorang Kapolres. Ia hadir sebagai sahabat masyarakat, menyelami kehidupan warga, mendengar suara nelayan di pesisir, menyapa petani di ladang, hingga merasakan hangatnya budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur Sangihe.
Di balik seragam cokelat yang dikenakannya, tumbuh rasa hormat yang mendalam terhadap tanah Tampungang Lawo. Budaya Masamper yang menyatukan hati, semangat gotong royong yang tak pernah padam, serta keramahan masyarakat Sangihe perlahan merasuk ke relung hatinya.

Selama masa kepemimpinannya sampai Juli 2026 ini, berbagai tantangan datang silih berganti. Mulai dari menjaga keamanan wilayah perbatasan negara, menghadapi bencana alam, hingga memastikan masyarakat tetap merasakan kehadiran negara di saat-saat sulit. Semua dijalani dengan komitmen bahwa tugas kepolisian bukan sekadar menegakkan hukum, tetapi juga mengabdi kepada kemanusiaan.
Kedekatan dengan masyarakat menjadi kekuatan yang tak bisa diukur oleh angka maupun jabatan. Kepercayaan dibangun melalui langkah nyata, bukan sekadar kata-kata. Karena sejatinya, keamanan bukan hanya lahir dari patroli dan penegakan hukum, melainkan dari hubungan yang erat antara polisi dan rakyatnya.
Dua tahun mungkin hanyalah sepotong waktu dalam perjalanan pengabdian. Namun bagi AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., Sangihe telah meninggalkan jejak yang tak akan mudah dihapus. Lautnya, budayanya, dan senyum masyarakatnya telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang akan selalu dikenang.

Pada akhirnya, jabatan memang memiliki batas waktu. Tetapi cinta kepada sebuah daerah dan masyarakatnya akan tetap hidup, melampaui masa penugasan. Sebab ada pemimpin yang datang hanya untuk bertugas, dan ada pula yang pulang dengan membawa sebagian jiwanya tertinggal di tanah yang pernah ia jaga.
Di Kepulauan Sangihe, banyak yang percaya, setelah dua tahun mengabdi, bukan hanya masyarakat yang mengenal sosok AKBP Abdul Kholik. Justru Sangihe telah menjadi bagian dari dirinya, menetap, hidup, dan bersemayam di relung hatinya.

Berat rasanya berpisah di bulan Juli 2026 dari seluruh masyarakat Sangihe, tapi tugas negara memanggil untuk menakodai Polres Kotamobagu, sesuai telegram resmi Kapolri, Nomor: ST/339/IV/KEP/2026 tanggal 25 Juni 2026.
“Terimakasih atas kerjasama masyarakat Tampungang Lawo (Sangihe) selama saya menjabat dua tahun Kapolres, Tuhan memberkati.” Dengan nada sendu, mata berkaca-kaca, Abdul Kholik mengakhiri bincangnya saat ketemu saya sebagai Pimpinan Redaksi Media Bintang Bayangkara.
Asril

