
Bantaeng, Binkari – Sabtu 20 Juni 2026, Suasana penuh haru, kebanggaan, dan rasa syukur mewarnai kegiatan Penamatan dan Syukuran Santri-Santriwati Angkatan XXX Tahun 2026 yang digelar oleh Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi ratusan santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikannya, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Tercatat kurang lebih 300 santri dan santriwati mengikuti prosesi penamatan tahun ini. Mereka merupakan generasi penerus yang telah dibekali pendidikan agama, akhlak, serta ilmu pengetahuan selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.
Di antara para santri yang mengikuti penamatan tersebut, terdapat Ahmad Khaerul Isham, putra dari Aiptu Ajis Safri, Kanit Sidik Satresnarkoba Polres Bulukumba, dan Fatmawati Nur, S.Pd. Kehadiran kedua orang tua dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan dan kebanggaan atas keberhasilan sang anak menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren DDI Mattoanging.
Aiptu Ajis Safri bersama istri tampak hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan syukuran dan penamatan. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak bangsa.
Dalam keterangannya, Aiptu Ajis Safri menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan putranya menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian anak kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembimbing, ustaz, ustazah, serta keluarga besar Pondok Pesantren DDI Mattoanging yang telah mendidik, membimbing, dan membina anak kami selama kurang lebih tiga tahun. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang anak tidak terlepas dari peran para pendidik yang dengan penuh kesabaran dan keikhlasan menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, serta karakter yang baik kepada para santri.
Ia juga berharap para lulusan Angkatan XXX Tahun 2026 dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Kegiatan penamatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah. Para santri menampilkan berbagai kemampuan yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hafalan, hingga penampilan seni islami yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan orang tua santri.
Penamatan santri bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi simbol keberhasilan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Keberhasilan Ahmad Khaerul Isham bersama ratusan santri lainnya menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren tetap menjadi salah satu pilar penting dalam membangun karakter generasi muda Indonesia yang religius, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Selamat kepada seluruh Santri dan Santriwati Angkatan XXX Tahun 2026 Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi cahaya kehidupan dan membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.”
Abdul Rauf Bulukumba Sulselbar

