
JAYAPURA, Binkari — Pemerintah Provinsi Papua resmi meluncurkan program Kartu Pace Mace (Pelajar Cerdas dan Mahasiswa Cerdas) sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) serta masyarakat yang lahir dan besar di Papua.
Melalui program yang didanai dari Otonomi Khusus (Otsus) tersebut, Pemprov Papua menargetkan pemberian beasiswa kepada 1.000 mahasiswa pada 2026, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan pendidikan bagi pelajar dan tenaga pendidik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, mengatakan program Kartu Pace Mace merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua melalui dukungan pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan.
“Pendidikan merupakan fondasi pembangunan itu sendiri. Karena itu Pemerintah Papua terus berkomitmen menghadirkan program nyata untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan yang lebih baik,” kata Medlama di Jayapura, Jumat (12/6/2026).
Menurut Medlama, Pemprov Papua sebelumnya telah membantu mahasiswa menyelesaikan studi akhir serta mendukung program koas dokter melalui dana Otsus. Pada tahun ini, pemerintah kembali mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 miliar untuk membantu 110 mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.
Selain bantuan penyelesaian studi, pemerintah juga menyiapkan dukungan pendidikan bagi 40 mahasiswa koas, 20 calon dokter spesialis, serta dosen asal Papua yang sedang menempuh pendidikan doktoral (S3).
Tidak hanya itu, bantuan pendidikan juga akan diberikan kepada pelajar berprestasi dan atlet yang tergabung dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).
Khusus untuk program Mahasiswa Cerdas (Mace), proses seleksi penerima beasiswa akan dilakukan secara terbuka melalui portal digital guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
“Kita akan menggunakan portal. Jadi tidak ada lagi titip keluarga atau titip di dinas. Semua harus ikut seleksi melalui portal yang sudah kami siapkan,” ujar Medlama.
Ia berharap program Kartu Pace Mace dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan generasi muda Papua yang unggul, berdaya saing, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang.
Sem

