Rumah Hangus, Harapan Bangkit, Gubernur Papua Turun Tangan, Janji Bangun Kembali Kampung yang Dilalap Api

Share

JAYAPURA, Binkari – Di tengah puing-puing bangunan yang masih menyisakan luka, secercah harapan mulai menyala bagi warga korban kebakaran di RT 03/RW 05 Dok VIII Pantai, Distrik Jayapura Selatan. Pemerintah Provinsi Papua memastikan tidak akan membiarkan para korban berjuang sendiri.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, turun langsung meninjau lokasi kebakaran dan bertemu dengan warga terdampak pada Kamis (4/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Fakhiri menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun kembali rumah-rumah yang hangus dilalap api serta menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga selama proses pembangunan berlangsung.

“Saya sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan pendataan dan saya akan memastikan proses penanganannya berjalan secepat mungkin,” tegas Fakhiri di hadapan warga.

Kebakaran yang terjadi pada awal Mei 2026 itu telah menghanguskan sejumlah rumah dan memaksa banyak keluarga kehilangan tempat tinggal. Namun, pemerintah memastikan proses pemulihan tidak akan berjalan lambat. Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga kini menjadi prioritas agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran.

Tak sekadar membangun kembali, Fakhiri menegaskan rumah-rumah yang akan dibangun nantinya harus memiliki kualitas lebih baik, lebih aman, dan lebih layak huni dibandingkan sebelumnya.

“Saya akan berbicara langsung dengan Dinas PU agar pekerjaan ini segera dilaksanakan. Saya akan berupaya membangun kembali rumah-rumah warga dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Untuk mengatasi kebutuhan mendesak para korban, Pemerintah Provinsi Papua juga tengah menyiapkan hunian sementara. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemanfaatan fasilitas Hotel Numbay sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang kehilangan rumah.

Menurut Fakhiri, hal yang paling patut disyukuri dalam musibah tersebut adalah tidak adanya korban jiwa. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Yang paling penting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemerintah akan berupaya menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga selama proses pembangunan kembali rumah yang rusak,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur Papua mengungkapkan bahwa kawasan Dok VIII Pantai sebenarnya telah masuk dalam agenda besar penataan kawasan oleh Pemerintah Provinsi Papua. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Saya sudah memiliki program untuk menata kawasan ini. Ke depan kawasan Dok VIII akan ditata kembali agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya soal hunian, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi perhatian. Bantuan perumahan yang didukung pemerintah pusat akan diupayakan bagi warga yang memenuhi persyaratan. Selain itu, kebutuhan pendidikan anak-anak korban kebakaran juga akan dipenuhi agar mereka tidak kehilangan masa depan akibat musibah yang menimpa keluarga mereka.

“Untuk kebutuhan anak-anak sekolah yang terdampak, seperti sepatu dan perlengkapan belajar lainnya, akan segera kami bantu,” kata Fakhiri.

Kehadiran gubernur di tengah warga terdampak menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak sekadar mencatat bencana sebagai angka statistik. Di balik abu dan puing-puing yang tersisa, pemerintah berjanji menghadirkan kembali rumah, harapan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Dok VIII Pantai.

Sem Gombo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *