
BANTAENG, Sulsel⚡Binkari — Sejumlah pejabat dan kepala sekolah di Kabupaten Bantaeng mengaku merasa resah akibat dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh seorang oknum wartawan yang berdomisili di luar daerah Bantaeng.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum wartawan tersebut diduga melakukan penekanan terhadap sejumlah pejabat serta kepala sekolah SD, SMP, hingga SMA/SMK agar bersedia berlangganan medianya. Jika tidak diikuti, yang bersangkutan disebut-sebut mengancam akan memuat pemberitaan negatif, khususnya terkait penggunaan Dana BOS dan lainya.
Salah seorang pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami tekanan secara langsung.
“Dia memaksakan agar saya berlangganan medianya, bahkan saya dipaksa membaca proposal penawarannya saat itu juga. Ini membuat saya tidak nyaman. Apakah cara seperti ini bisa disebut profesional?” ungkap pejabat tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah kepala sekolah dasar di Bantaeng. Mereka mengaku berada dalam situasi serba salah dan merasa takut jika tidak memenuhi permintaan tersebut.
“Kami merasa tertekan. Kalau tidak berlangganan, kami khawatir sekolah akan diberitakan hal-hal yang negatif terkait dana BOS,” ujar salah satu kepala sekolah yang turut dibenarkan oleh rekan-rekannya.
Kondisi ini dinilai telah menciptakan keresahan di kalangan aparatur pemerintah dan dunia pendidikan di Bantaeng.
Sejumlah pihak pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat melakukan peninjauan terhadap aktivitas wartawan yang beroperasi di wilayah Bantaeng, khususnya yang berdomisili di luar daerah, serta memastikan praktik jurnalistik yang berjalan tetap menjunjung tinggi kode etik profesi.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan iklim kerja yang sehat antara insan pers, pemerintah, dan institusi pendidikan tanpa adanya tekanan atau intimidasi dalam bentuk apa pun.(*)
