
JAYAPURA, Binkari — Pemerintah Provinsi Papua mengirim sinyal tegas bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada keterbatasan anggaran maupun tantangan geografis. Fokus kini diarahkan pada pembukaan akses yang lebih luas bagi wilayah pesisir utara Papua, dimulai dari penguatan infrastruktur transportasi udara di Kabupaten Waropen.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta Pemerintah Kabupaten Waropen untuk segera memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Botawa agar dapat melayani pesawat berkapasitas lebih besar dan membuka ruang percepatan pembangunan daerah.
Permintaan itu disampaikan usai Gubernur meninjau langsung kondisi Bandara Botawa pada Senin (18/5).
“Kami sudah melihat langsung kondisi Bandara Botawa. Rencananya, landasan pacu akan diperpanjang dan berbagai infrastruktur pendukung bakal dibenahi agar bandara tersebut dapat didarati oleh pesawat jenis ATR,” ujar Fakhiri di Jayapura, Selasa (19/5).
Bagi Pemprov Papua, pembangunan bandara bukan semata proyek fisik. Infrastruktur udara dipandang sebagai pintu masuk distribusi pelayanan, penguatan ekonomi daerah, hingga pemerataan pembangunan yang selama ini masih menghadapi tantangan geografis.
Fakhiri menegaskan, Kabupaten Waropen bersama Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Mamberamo Raya menjadi wilayah yang mendapat perhatian khusus karena masih menghadapi persoalan konektivitas dan kebutuhan percepatan pembangunan dasar.
Menurutnya, setelah perpanjangan runway dan pembenahan fasilitas pendukung selesai dilakukan, pesawat ATR diharapkan dapat mulai melayani rute menuju Waropen.
“Kami berharap dalam waktu dekat, setelah runway diperpanjang dan infrastruktur lainnya diperbaiki, pesawat ATR sudah bisa melayani rute ke Kabupaten Waropen. Ini sangat penting untuk mempercepat arus transportasi udara dan mendukung percepatan pembangunan daerah,” katanya.
Di tengah tekanan efisiensi anggaran yang sedang dihadapi banyak daerah, Fakhiri juga menyampaikan pesan yang bernada tegas: penghematan anggaran tidak boleh berubah menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan.
Menurutnya, kondisi fiskal harus dijawab dengan penentuan prioritas, kreativitas, dan efektivitas kerja pemerintah.
“Semua program prioritas harus tetap berjalan. Jangan karena ada kebijakan efisiensi anggaran, lalu pembangunan menjadi mandek. Situasi seperti ini justru harus menjadi motivasi kita untuk lebih kreatif dan efektif,” tegasnya.
Pemprov Papua, lanjut Fakhiri, akan terus mendorong penyelesaian infrastruktur dasar di Waropen secara bertahap agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat di Waropen merasakan pemerataan pembangunan. Pemprov Papua akan terus hadir dan memastikan kebutuhan infrastruktur dasar ini dapat diselesaikan secara bertahap,” pungkasnya.
Bagi Waropen, perpanjangan runway Bandara Botawa bukan hanya soal bertambahnya panjang landasan, tetapi tentang membuka jalur baru bagi mobilitas, investasi, pelayanan publik, dan memperpendek jarak pembangunan yang selama ini terasa jauh.
Sem

