Fakhiri Tancap Gas Digitalisasi Papua, 36 Unit Starlink dan Panel Surya Digelontorkan ke Sarmi

Share

SARMI ⚡Binkari – Pemerintah Provinsi Papua mulai memperlihatkan langkah nyata dalam membuka keterisolasian digital di wilayah pesisir dan kampung-kampung terpencil. Di tengah masih terbatasnya akses internet dan listrik di sejumlah daerah, Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menghibahkan 36 unit perangkat Starlink lengkap dengan panel surya dan satu unit videotron kepada Pemerintah Kabupaten Sarmi.

Penyerahan hibah barang milik daerah itu dilakukan secara simbolis di Rumah Dinas Bupati Sarmi, Dominggus Catue, di Petak, Distrik Sarmi Selatan, Kamis malam (14/5/2026).

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar bantuan fasilitas biasa, melainkan sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi Papua mulai serius membangun fondasi pelayanan publik berbasis teknologi hingga ke wilayah terluar yang selama ini kerap tertinggal dari arus perkembangan digital nasional.

“Bantuan ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam mengakselerasi transformasi digital serta membuka akses komunikasi bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih terkendala keterbatasan jaringan internet dan listrik,” tegas Fakhiri.

Ia menekankan, pembangunan Papua tidak boleh hanya berhenti pada proyek fisik semata. Menurutnya, penguasaan teknologi informasi kini menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat di kampung-kampung tidak terus berada di belakang dalam mendapatkan akses informasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun layanan pemerintahan.

“Kita tidak boleh tertinggal. Daerah-daerah dengan akses jaringan yang terbatas harus diprioritaskan agar masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh informasi dan pelayanan pemerintah,” tandasnya.

Sebanyak 36 unit perangkat Starlink beserta perlengkapan pendukung akan ditempatkan di berbagai titik pelayanan publik. Setiap lokasi juga akan dilengkapi tiga unit panel surya guna memastikan operasional perangkat tetap berjalan di wilayah yang belum memiliki pasokan listrik memadai.

Tak hanya itu, satu unit videotron turut diserahkan untuk menunjang penyebaran informasi publik dan mendukung sistem komunikasi pemerintahan daerah.

Fakhiri berharap hibah tersebut tidak berhenti sebagai simbol seremoni belaka, tetapi benar-benar dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Sarmi untuk memperkuat pelayanan publik, mempercepat sektor pendidikan dan kesehatan, hingga membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital.

Di tengah derasnya tuntutan era teknologi, langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa masyarakat di pelosok Papua pun berhak menikmati akses komunikasi dan informasi yang setara. Sebab di zaman digital hari ini, keterisolasian jaringan bukan hanya soal sinyal, tetapi juga menyangkut masa depan pelayanan dan kualitas hidup masyarakat.

Sem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *