
BULUKUMBA, Binkari —Senin 04 Mei 2026, Waktu baru berjalan dua pekan, namun gaung kinerja sudah terasa. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba AKP. SALEHUDDIN, S.H. M. H , langsung tancap gas sejak hari pertama menjabat, menghadirkan gebrakan yang kini mulai menjadi perbincangan publik.
Dalam tempo singkat tersebut, jajaran Satresnarkoba berhasil mengungkap enam kasus peredaran narkotika jenis sabu dan mengamankan delapan orang terduga pelaku. Sebuah capaian awal yang tidak hanya mencerminkan kerja cepat, tetapi juga menunjukkan arah kepemimpinan yang tegas dan terukur.
Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman narkoba yang kian meresahkan, kehadiran Kasat Narkoba baru ini seolah membawa energi baru dalam penegakan hukum. Operasi yang dilakukan tidak sekadar penindakan, tetapi juga bagian dari strategi memutus rantai peredaran yang selama ini sulit disentuh.
Penangkapan para terduga pelaku dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, menandakan bahwa jaringan peredaran sabu masih aktif dan menyasar berbagai lapisan. Namun, respons cepat aparat menjadi bukti bahwa ruang gerak pelaku semakin dipersempit.
“Ini bukan sekadar angka, tapi komitmen. Kami ingin memastikan bahwa Bulukumba tidak menjadi tempat aman bagi pelaku narkoba,” tegas Kasat Narkoba dalam keterangannya.
Seluruh terduga pelaku kini tengah menjalani proses hukum. Sementara itu, penyidik terus melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus-kasus tersebut.
Dukungan dan apresiasi pun datang dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat Bulukumba, menilai langkah cepat ini sebagai sinyal positif bagi masa depan daerah.
“Kami melihat ada keseriusan dari pimpinan baru. Dua pekan saja sudah ada hasil nyata. Ini yang selama ini masyarakat harapkan, bukan sekadar janji, tapi tindakan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh , perwakilan tokoh pemuda setempat. Ia berharap gebrakan ini terus berlanjut dan menyasar hingga ke akar jaringan.
“Anak muda sangat rentan jadi korban narkoba. Kami berharap aparat tidak hanya menangkap, tapi juga benar-benar memutus jaringan. Kalau ini konsisten, kami yakin Bulukumba bisa lebih bersih,” katanya.
Lebih dari sekadar penegakan hukum, langkah awal ini juga menjadi pesan moral kepada masyarakat: bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan keberanian, konsistensi, dan sinergi semua pihak.
Gebrakan dua pekan ini kini menjadi tolok ukur awal. Publik menaruh harapan besar agar ritme kerja yang progresif ini tidak berhenti sebagai capaian sesaat, melainkan berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan dalam menyelamatkan generasi dari ancaman narkotika.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin kepemimpinan baru di Satresnarkoba Polres Bulukumba akan menjadi salah satu yang paling menonjol dalam upaya pemberantasan narkoba di daerah.
Abdul Rauf daeng meru

