
MANADO, Binkari – Mei 2026 — Hari Buruh tahun ini di Kota Manado tidak meledak di jalanan. Tidak ada teriakan yang memantul di aspal, tidak ada barisan panjang yang memadati ruas kota. Yang ada justru meja, cangkir kopi, dan percakapan yang mengalir tanpa sekat.
Langkah tak biasa itu datang dari Kasat Intelkam Polresta Manado, AKP Andri Permadi SIK. Ia memilih mendekat, bukan menjaga jarak. Bersama jajarannya, ia menggelar “Ngopi Bareng” dengan elemen buruh di K8 Manado, sebuah pendekatan yang sederhana, tapi sarat makna.
Serikat buruh hadir. SBSI, SPSI, dan sejumlah elemen lainnya duduk sejajar. Tidak ada podium. Tidak ada formalitas berlebihan. Yang ada hanya dialog terbuka, santai, namun tetap bernas.
Di balik suasana yang cair, ada tujuan yang tegas. Komunikasi diperkuat. Koordinasi diperjelas. May Day dijaga tetap aman, tertib, dan kondusif tanpa harus meredam suara buruh.
“Kami berterima kasih atas kerja sama yang baik. Momentum ini menjadi ruang kebersamaan,” ujar Permadi, lugas.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah upaya menyamakan persepsi agar aspirasi buruh tidak kehilangan arah, namun tetap disampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Di sisi lain, respon buruh pun tak setengah hati. Ketua FSBSI Manado, John Pade, menyebut langkah ini sebagai pendekatan yang nyata manfaatnya. Bukan basa-basi. Bukan pencitraan.
Apresiasi pun dilontarkan kepada Polri yang dinilai membuka ruang dialog yang selama ini kerap terasa sempit. Bagi buruh, didengar adalah awal dari keadilan. Dan hari ini, setidaknya, mereka tidak berbicara ke ruang kosong.
May Day di Manado tahun ini memberi pesan yang tak bisa diabaikan: ketegangan tidak selalu harus dijawab dengan barikade. Kadang, secangkir kopi dan kemauan untuk mendengar justru lebih tajam dari orasi panjang.
Namun satu hal tetap menjadi catatan, keakraban ini tak boleh berhenti di meja kopi. Ia harus berlanjut menjadi kebijakan, menjadi keberpihakan, dan menjadi tindakan nyata. Karena bagi buruh, yang mereka butuhkan bukan sekadar didengar, tetapi diperjuangkan.
(⭐️)

