Tekan Beban Penyakit Menular, Pemerintah Pusat Perkuat Intervensi Kesehatan di Tanah Papua

Share

JAYAPURA, Binkari  – Pemerintah Pusat Republik Indonesia terus memperkuat langkah intervensi kesehatan di Tanah Papua guna menekan beban penyakit menular yang masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut. Adapun fokus utama intervensi ini menyasar pada penanganan Tuberkulosis (TB), HIV/AIDS, Malaria, dan Kusta.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin P. Octavianus, dalam kunjungan kerjanya di Jayapura menegaskan bahwa upaya percepatan penanganan kesehatan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah.

“Kegiatan koordinasi ini berlangsung sejak 27 hingga 29 April bersama enam provinsi di Tanah Papua sebagai bagian dari program quick win Presiden,” ujar Wamenkes Benjamin.

Menurut Wamenkes, fokus utama saat ini adalah pemberantasan Malaria dan TB. Berdasarkan data pemerintah, beban penyakit menular di Papua masih sangat signifikan. Sekitar 95% kasus Malaria nasional disumbang oleh Tanah Papua. Selain itu, 12% Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia juga berada di wilayah ini. Di sisi lain, tingkat penemuan kasus baru TB dan kepatuhan pengobatan pasien juga masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan.

Merespons tingginya angka tersebut, penanganan komprehensif dinilai tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata. Wamenkes menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. “Kita hadir di sini untuk membangun kerja sama lintas sektor, bersatu menyukseskan program pemerintah agar penuntasan penyakit di Tanah Papua dapat berjalan dengan optimal,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Dr. Akhmad Wiyagus, menekankan bahwa keberhasilan program pengentasan penyakit menular sangat bergantung pada komitmen dan peran aktif pemerintah daerah (Pemda).

“Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan layanan kesehatan berjalan optimal. Ini mencakup penguatan kebijakan, alokasi penganggaran yang memadai, hingga koordinasi lintas sektor di wilayahnya masing-masing,” tegas Wamendagri.

Sementara itu, Gubernur Papua, Drs. Mathius D. Fakhiri, menegaskan komitmen penuh daerah dalam mendukung langkah pemerintah pusat.

“Mewakili enam provinsi di Tanah Papua, kami memiliki kerinduan yang sama untuk segera mengatasi persoalan kesehatan yang serius ini,” ujar Gubernur Fakhiri.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, memberikan dorongan moral yang kuat bagi Pemda dan masyarakat Papua untuk bangkit bersama melawan TB, HIV/AIDS, Malaria, dan Kusta. (Sem)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *