
Maros, Binkari – Sabtu, 28 Maret 2026. Dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi jenis solar di SPBU 74.905.06 Pattunuang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, kian menjadi sorotan. Ketua Lidik Pro Maros, Maris Ismar, mendesak transparansi dengan meminta pembukaan rekaman CCTV, tidak hanya di lokasi SPBU, tetapi juga hingga ke kantor Pertamina wilayah Jalan Garuda dan pusat guna mengungkap fakta sebenarnya.
Menurut Maris Ismar, langkah tersebut penting untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
“Kalau memang tidak ada pelanggaran, silakan buka rekaman CCTV secara terbuka. Ini penting untuk menjawab keresahan publik,” tegasnya.
Ia menyebut, dugaan pelangsiran solar subsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat kecil yang sering kali kesulitan mendapatkan BBM subsidi akibat ulah oknum tertentu.
Maris juga meminta pihak Pertamina, baik di tingkat daerah maupun pusat, agar tidak menutup diri dan bersikap kooperatif dalam menindaklanjuti laporan yang beredar di tengah masyarakat.
“Kami minta rekaman CCTV di SPBU, kantor Pertamina di Jalan Garuda, hingga pusat diperiksa. Ini penting untuk memastikan apakah ada keterlibatan oknum dalam rantai distribusi BBM,” lanjutnya.
Selain itu, ia mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar dugaan ini tidak berlarut-larut tanpa kepastian hukum.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya langkah tegas dan transparan dari pihak terkait, sehingga distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan pembukaan rekaman CCTV tersebut.
Rahim kabiro Binkari

