
Jayapura, Binkari – Pemerintah Provinsi Papua masih menghadapi kekurangan tenaga guru di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi ini mendorong pemerintah melibatkan perguruan tinggi untuk membantu menyiapkan sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan berdasarkan data yang ada, Papua masih kekurangan guru untuk tingkat SD, SMP, hingga SMA. “Kita punya banyak sekolah-sekolah tapi tetap masih punya kekurangan guru. Di Papua data terakhir hari ini kita kekurangan guru SD, SMP, SMA sekitar 15 ribuan,” katanya, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan peran perguruan tinggi menjadi penting dalam menjawab kebutuhan tersebut, terutama dalam menyiapkan tenaga pendidik yang berkualitas. Perguruan tinggi dinilai memiliki kapasitas dalam mencetak sumber daya manusia yang dibutuhkan daerah. “Perguruan tinggi itu merupakan mitra yang luar biasa untuk menolong pemerintah dalam berbagai hal,” ujarnya.
Selain persoalan kekurangan guru, Papua juga masih menghadapi berbagai tantangan di sektor pendidikan, seperti angka buta huruf dan berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak-anak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan pendidikan dapat ditangani secara bersama.
Ia menambahkan meski pemerintah daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan fiskal, peran perguruan tinggi tetap menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Papua ke depan. (Sem).

